Kiper Ini Dulu di Depan Buffon, Kokain Lalu Hancurkan Segalanya

BACA JUGA

gamespool
Kiper Ini Dulu di Depan Buffon, Kokain Lalu Hancurkan Segalanya 3

Football5star.com, Indonesia – Siapa yang tak kenal Gianluigi Buffon. Meski usianya sudah 43 tahun, Buffon masih aktif sebagai kiper Juventus. Sebelumnya memiliki karier cemerlang seperti saat ini, Buffon berada di bawah kiper bernama Angelo Pagotto.

Saat Italia bermain di Euro U-21 1996, Buffon menjadi kiper di belakang Pagotto. Penampilan Pagotto di ajang ini menarik perhatian banyak pihak. Ia mampu membawa Italia hingga ke babak final. Di final, Italia melawan Spanyol yang diperkuat pemain seperti Ivan de la Pena dan Raul Gonzalez.

Kiper Ini Dulu di Depan Buffon, Kokain Lalu Hancurkan Segalanya
- Advertisement -

Laga Italia vs Spanyol di final Euro U-21 harus dituntaskan lewat adu penalti. Di babak tos-tosan ini, Pagotto tunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia mampu menghalau dua tendangan penalti Spanyol, de la Pena dan Raul.

Italia pun ia antarkan meraih gelar juara ketiga di ajang Euro U-21. Pagotto satu angkatan dengan pemain-pemain besar Italia seperti Francesco Totti, Christian Vieri, Nesta, hingga Cannavaro. Buffon berada di belakang Pagotto.

- Advertisement -

Sayang kariernya Pagotto tak seperti rekan-rekannya yang lain. Karier Pagotto mandek. Penyebab utamanya ialah kokain dan gaya hidup yang tidak terkontrol.

Dihancurkan Narkoba

Lepas dari ajang Euro U-21 1996, Pagotto sempat mendapat tawaran untuk membela Juventus. Namun tawaran itu ia acuhkan. Pagotto memilih untuk membela AC Milan. Semusim di San Siro, ia hanya mampu melakoni 8 partai.

- Advertisement -

“Pada tahun itu Anda masih bisa melewatkan tes doping dan jika saya memiliki hati nurani yang buruk, saya mungkin akan melakukannya,” kata Pagotto seperti dikutip Football5star.com dari La Gazzetta dello Sport membantah tudingan ia kerap tak mau melakukan tes doping.

“Tapi saya tenang, saya di tes negatif seminggu sebelumnya di Parma dan seminggu setelahnya di Padua. Hanya dalam tes antara dua pertandingan itu, melawan Fiorentina, saya dinyatakan positif, itu aneh,”

Ia pun mendapat hukuman larangan dua tahun bermain di Liga Italia. Ia sebenarnya memiliki peluang mendapat keringanan hukuman selama 6 bulan jika mengakui kesalahannya.

“Semuanya berjalan seperti itu. Saya menghabiskan dua tahun di Liguria dengan ibu saya di hotel yang kami buka, dia mempercayai saya,”

Pagotto kemudian mendapat kasus sama pada 2007. Ia kemudian memilih pensiun di usia 34 tahun dan pergi ke Jerman untuk bekerja di restoran Pizza.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img