Spanduk untuk Guru yang Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Cristiano Ronaldo

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo pada 2009 sempat tersandung kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang guru bernama Kathryn Mayorga.

Kasus ini memang telah lama berlalu, tapi bagi korban tentu saja hal ini tak bisa dilupakan begitu saja. Di momen debut kedua Ronaldo bersama Manchester United saat melawan Newcastle United, spanduk dukungan untuk Mayorga terbang di langit Old Trafford.

Musuh Suporter Manchester United Muncul Kembali- Alan Shearer - Cristiano Ronaldo
- Advertisement -

Dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Minggu (12/9/2021), kelompok Feminis Grup Level Up mengaku bertanggung jawab untuk spanduk dukungan kepada Mayorga yang diterbangkan sebuah pesawat di langit Old Trafford.

Lewat akun Twitternya, kelompok feminis ini meminta semua pihak untuk tidak berpaling kepada kasus pelecehan seksual yang terjadi, utamanya di lingkungan sepak bola.

“Katakan tidak pada budaya keheningan tentang kasus pelecehan seksual dari komunitas sepak bola,” tulis kelompok feminis tersebut.

Musuh Suporter Manchester United Muncul Kembali - Alan Shearer - Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo Dituduh Memperkosa Mayorga di Sebuah Hotel

Pada musim panas 2009, Cristiano Ronaldo dituduh Mayorga melakukan pemerkosaan pada sebuah hotel di Las Vegas, Amerika Serikat. Ronaldo membantah tuduhan ini.

“Saya dengan tegas menyangkal tuduhan yang dikeluarkan terhadap saya. Pemerkosaan adalah kejahatan keji yang bertentangan dengan segala sesuatu yang saya percayai,” kata Ronaldo pada 2018.

“2018 mungkin tahun terburuk saya secara pribadi. Ketika semua orang mempertanyakan kehormatan Anda, dan itu sangat menyakitkan,”

Spanduk Dukungan untuk Guru yang Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Cristiano Ronaldo

Awalnya kasus ini ditutup pada 2019 tetapi dibuka kembali pada 2018 setelah Mayorga kembali mengajukan gugatan perdata kepada pemain Portugal tersebut.

Menurut Mayorga, dirinya mengajukan sejumlah gugatan material kepada Ronaldo. Mayorga mengaku saat itu berani untuk kembali membuka kasusnya setelah melihat gerakan #metoo.

Penyelidikan dari pihak kejaksaan Las Vegas pada akhirnya Ronaldo tidak bersalah atas tuntutan tersebut karena kurangnya bukti yang diajukan korban.

Menurut detektif yang menangani kasus ini, korban mengatakan bahwa dia tahu siapa yang menyerangnya secara seksual tetapi menolak untuk mengidentifikasi secara detail. Korban juga mengaku lupa di mana ia mendapat serangan tersebut.

- Advertisement -

You Might also like

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img