Kurniawan Dwi Yulianto Minta Indonesia Tak Malu Tiru Vietnam

Football5Star.com, Indonesia – Kurniawan Dwi Yulianto, eks striker timnas Indonesia, meminta PSSI sebagai otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia meniru jejak Vietnam yang saat ini menjadi kekuatan besar di Asia Tenggara. Dia secara khusus menunjuk kesinambungan antara timnas junior dan senior.

“VFF telah berhasil menjaga kekuatan tim setelah hasil impresif pada 2018. Saya mengagumi sinkronisasi permainan timnas Vietnam dengan tim U-23 dan tim U-19. Mereka bermain dengan cara yang sama,” urai Kurniawan Dwi Yulianto seperti dikutip Football5Star.com dari salah satu media Vietnam. “Keseragaman itu membuat transisi berjalan dengan lebih mudah.”

bharian.com.my
- Advertisement -

Menurut Kurniawan, seorang pemain yang dipromosikan ke timnas Vietnam tak akan mengalami kesulitan beradaptasi. Pasalnya, dia sudah sesuai dengan kebutuhan taktik pelatih Park Hang-seo dan sudah tahu persis gaya main yang akan dimainkan karena timnas U-23 juga mengusung gaya main yang sama.

Bagi Kurniawan, itu adalah hal positif yang harus dicontoh oleh Indonesia. PSSI tak perlu malu belajar dari negeri tetangga. “Itu sesuatu yang harus dipelajari Indonesia dari Vietnam. Kami harus siap belajar sepak bola bukan hanya dari Eropa, Jepang atau Korea Selatan, melainkan juga dari negara lain seperti Vietnam,” kata dia.

Kurniawan Dwi Yulianto Sebut Indonesia Rugi Segrup dengan Vietnam

Untuk saat ini, Kurniawan Dwi Yulianto menilai Indonesia berada di belakang Vietnam. Pelatih yang beberapa waktu lalu dipecat Sabah FC itu pun agak pesimistis menatap perjumpaan kedua tim di fase grup Piala AFF 2020. Dia menilai tim asuhan Shin Tae-yong menghadapi kendala cukup besar.

- Advertisement -

“Segrup dengan Vietnam tentu saja jadi kesulitan besar bagi Indonesia. Pada dasarnya, tiket ke babak berikutnya akan diperebutkan oleh tiga tim: Indonesia, Vietnam, dan Malaysia. Namun, timnas Indonesia tak diuntungkan karena kompetisi nasional berhenti lebih dari setahun dan baru bergulir kembali. Persiapan tentu akan sulit,” ujar Kurniawan lagi.

zingnews.vn
- Advertisement -

Kesulitan serupa dilihat Kurniawan saat lanjutan Putaran II Kualifikasi Piala Dunia 2022 di UEA. “Tim berubah karena kedatangan Shin Tae-yong. Sayangnya, kami tak punya cukup waktu dan uji tanding memadai sebelum 3 laga pamungkas di Grup G Kualifikasi Piala Dunia. Itu membuat Coach Shin tak bisa membentuk tim terbaik,” kata dia.

Kurniawan Dwi Yulianto juga mengingatkan timnas Indonesia untuk tak meremehkan Malaysia. Dia mengungkapkan, “Kompetisi nasional di Malaysia berjalan seperti biasa sehingga para pemain dapat bermain secara reguler. Mereka juga sudah bersiap untuk Kualifikasi Piala Asia 2023. Pelatih Tan Cheng Hoe tak akan menghadapi kesulitan karena kerangka tim sudah dibentuk sejak Kualifikasi Piala Dunia 2022.”

- Advertisement -
- Advertisement -