Kylian Mbappe Sempat Ingin Pensiun dari Timnas Prancis Setelah Euro 2020

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) Noel Le Graet, mengungkapkan bahwa Kylian Mbappe sempat berniat untuk pensiun dari Les Bleus setelah Euro 2020. Tapi, Le Graet tak mengatakan bahwa itu karena alasan rasialisme yang diterima Mbappe.

Seperti yang diketahui, Prancis secara mengejutkan tersingkir dari babak 16 besar Euro 2020 setelah kalah dari Swiss lewat babak adu penalti. Mbappe menjadi biang kerok setelah eksekusinya berhasil diamankan Yann Sommer.

Kylian Mbappe selalu mencetak gol dan assist dalam empat laga beruntun bersama timnas Prancis.
Getty Images
- Advertisement -

Le Graet mengatakan bahwa Mbappe datang kepadanya setelah itu dan kecewa karena dia mengklaim Federasi tidak membelanya setelah dia gagal mencetak penalti.

“Saya bertemu dengannya setelah Euro, dia merasa Federasi tidak membelanya setelah penalti yang gagal dan kritikan dari luar,” kata Le Graet seperti dilansir Football5Star.com dari The Athletic.

- Advertisement -

“Kami bertemu selama lima menit di kantor saya. Dia marah, dia tidak ingin bermain untuk tim Prancis lagi, yang jelas-jelas tidak dia maksudkan.

“Anda tahu bagaimana itu, dia seorang pemenang, dia sangat frustrasi, seperti kita semua, dengan eliminasi. Dia sangat ramah media. Dia pria yang hebat, jauh lebih kolektif daripada yang dipikirkan orang.”

Kylian Mbappe Balas Pernyataan Le Graet

Kylian Mbappe dan Karim Benzema jadi duo pertama yang mencetak gol pada 4 laga beruntun timnas Prancis.
lefigaro.fr
- Advertisement -

Mbappe buka suara lewat akun Twitternya membalas pernyataan presiden FFF itu. Pemain Paris Saint-Germain itu mengkonfirmasi bahwa benar dia bertemu Le Graet, tapi dia meminta Federasi untuk membelanya karena aksi rasialisme yang diterimanya, bukan karena gagal menendang penalti.

“Ya akhirnya saya menjelaskan kepadanya (Le Graet) di atas segalanya bahwa itu terkait dengan rasisme, dan BUKAN karena penalti,” kata Mbappe lewat akun Twitternya.

“Tapi dia menganggap bahwa tidak ada rasisme …”

Le Graet pernah mengatakan pada September 2020 bahwa tak ada rasisme dalam sepak bola.

“Ketika seorang pemain kulit hitam mencetak gol, seluruh stadion berdiri. Fenomena rasisme dalam olahraga, dan khususnya sepak bola, tidak ada sama sekali atau nyaris tidak ada,” kata Le Graet September 2020 lalu.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img