Legenda Brasil, Zico, Setia dengan Mobil Berumur 40 Tahun

BACA JUGA

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Zico bukanlah termasuk one club man. Sepanjang kiprahnya sebagai pesepak bola, dia membela tiga klub. Pertama, Flamengo di tanah kelahirannya, Brasil. Kedua, Udinese di Liga Italia. Ketiga, Kashima Antlers di Liga Jepang. Namun, soal mobil, dia sangat setia.

Kesetiaan Zico pada mobilnya sungguh luar biasa. Saat ini, dia masih setia pada mobil yang sudah 40 tahun dimilikinya. Bukan, mobil milik gelandang serang haus gol pada masanya itu bukanlah Ferrari, Bugatti, Porsche, atau Maserati. Mobilnya “hanyalah” sebuah Toyota Celica.

Zico memastikan kondisi Toyota Celica miliknya masih sangat baik dan laik jalan.
infobae.com
- Advertisement -

“Mobil itu masih ada di rumah saya dan berfungsi dengan sangat baik. Semuanya normal. Ia akan selamanya berada di sana sepanjang saya masih hidup,” kata Zico seperti dikutip Football5Star.com dari Autoesporte. “Saya menerima banyak tawaran untuk mobil ini, tapi menjualnya tak ada dalam pikiran saya.”

Satu-satunya masalah yang dialami Zico dengan Toyota Celica itu adalah sistem kemudi yang belum power steering. Maklum saja, saat dibuat. teknologi power steering belum umum digunakan pada mobil untuk keperluan sehari-hari.

- Advertisement -

“Kemudinya sungguh berat. Jadi, ketimbang pergi ke pusat kebugaran untuk berlatih beban, saya lebih suka mengemudikan mobil ini,” ujar Zico berkelakar.

Penuh Kenangan Indah

Zico saat menerima hadiah Toyota Celica sebagai man of the match Piala Interkontinental 1981.
veja.abril.com.br

Bukan tanpa alasan Zico tetap setia dan tak pernah terpikir untuk menjual mobilnya. Toyota Celica miliknya sungguh sarat kenangan indah. Bukan apa-apa, mobil itu didapatkan sebagai hadiah man of the match pada laga Piala Interkontinental 1981. Kala itu, dia membawa Flamengo menang 3-0 atas Liverpool.

- Advertisement -

“Itu trofi besar, kenangan fantastis. Itu juga kompetisi paling penting yang pernah dimenangi Flamengo hingga saat ini,” kata pria berjuluk Pele Branco alias Pele Putih itu.

Begitu ingin memiliki Toyota Celica yang didapatkan sebagai man of the match Piala Interkontinental, Zico sampai rela merogoh kocek dalam-dalam. Alih-alih menjual mobil, dia mengeluarkan uang dari kantongnya untuk dibagi-bagikan kepada rekan-rekan setimnya.

“Saya mengeluarkan uang sesuai harga pasa mobil itu, yaitu 8 ribu dolar AS. Lalu, uang itu dibagi-bagikan kepada semuanya,” ujar dia mengenang putusannya membawa Toyota Celica ke Brasil.

Zico Baru Pakai Celica pada 1985

Zico tak berniat menjual Toyota Celica yang didapatkan pada 1981.
infobae.com

Perjuangan Zico membawa mobil itu ke Brasil juga penuh perjuangan. “Toyota ingin saya membawa mobil itu ke Brasil karena ada pembatasan impor pada saat itu. Saya juga benar-benar ingin membawa Celica sebagai piala,” ucap dia.

Lebih lanjut, pemain yang sepanjang kariernya hanya 3 kali gagal mencetak gol dari 96 eksekusi penalti itu mengatakan, “Untuk membawa Celica ke Brasil, saya harus meminta tolong beberapa orang. Di antaranya Menteri Keuangan Francisco Donelles, Presiden Bank Sentral Carlos Langoni, dan Marco Braga yang menjabat presiden Flamengo dari 1977 hingga 1980.”

Meskipun dibantu banyak orang penting, proses memasukkan Toyota Celica ke Brasil tidaklah mulus. Mobil itu baru benar-benar bisa masuk secara sah pada April 1983 alias butuh waktu hampir 2 tahun! Sialnya, pria bernama asli Arthur Antunes Coimbra itu justru pindah ke Udinese.

Alhasil, Zico baru benar-benar bisa menggunakan Toyota Celica itu pada 1985 ketika kembali dari Udinese ke Flamengo. Beruntung bagi Pele Branco, mobil itu dirawat dengan baik oleh saudaranya. “Puji Tuhan, dia menggunakan mobil itu dengan baik,” ujar dia sembari tertawa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img