Liga Super Eropa Berantakan, Ilkay Guendogan Kini Serang UEFA

BACA JUGA

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Rencana 12 klub besar Eropa menggelar Liga Super Eropa berantakan. Protes dari para fan dan pengamat serta tentangan dari UEFA dan FIFA membuat satu per satu klub mundur. Salah satunya Manchester City. Namun, bagi gelandang Ilkay Guendogan, itu bukan berarti perkara sudah selesai.

Guendogan mengingatkan, protes terhadap Liga Super Eropa memang seharusnya dilakukan. Namun, menurut dia, protes serupa juga haruslah dilancarkan terhadap format baru Liga Champions yang sudah ditetapkan UEFA akan berlaku pada 2024.

- Advertisement -

Guendogan menilai format baru Liga Champions tak kalah jahat dari Liga Super Eropa, terutama bagi para pemain. Pasalnya, dalam format baru tersebut, setiap klub dipastikan memainkan empat pertandingan lebih banyak dari format saat ini.

“Dengan segala soal Liga Super yang bergulir, dapatkah kita juga bicara soal format baru Liga Champions? Lebih banyak, lebih banyak, dan lebih banyak pertandingan dan tak ada yang memikirkan soal kami, para pemain?” urai Guendogan seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter-nya.

- Advertisement -

Guendogan lebih jauh melontarkan kritik sangat pedas kepada UEFA terkait perubahan format Liga Champions mulai musim 2024-25. “Format baru Liga Champions hanya kurang jahat saja dibanding Liga Super.”

Keluhan itu bukan tanpa dasar. Saat ini saja, para pemain sudah menjalani lebih banyak pertandingan. Tambahan empat laga di Liga Champions tentu jadi beban tambahan yang secara nyata mengancam kebugaran para pemain. Potensi cedera akan lebih tinggi.

Guendogan Merasa Format Lama Sudah Pas

Ilkay Guendogan menilai UEFA tak perlu mengubah format Liga Champions yang berlaku saat ini.
uefa.com
- Advertisement -

Ilkay Guendogan mengaku heran UEFA mengubah format Liga Champions dari 32 tim dengan 8 grup yang berlaku saat ini. Pemain yang mencetak gol di final Liga Champions 2012-13 itu menilai perubahan itu sama sekali tak diperlukan, terutama dari sudut pandang pemain.

Guendogan mengingatkan, format saat ini justru jadi daya tarik utama Liga Champions. “Format Liga Champions saat ini sudah bagus dan itulah yang membuatnya jadi kompetisi paling populer di dunia bagi kami, para pemain, dan para fan,” ujar dia lagi.

Kritik pedas Ilkay Guendogan itu tentu saja bukan melulu terarah kepada UEFA. Bagaimanapun, perubahan format Liga Champions musim 2024-25 dibuat karena adanya desakan dari klub-klub besar Eropa. Di dalammya juga ada Manchester City, klub yang kini dibela pemain timnas Jerman tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img