Eks Pelatih Bayern Tertawakan Peta Jalan Sepak Bola Malaysia

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Kegagalan timnas Malaysia di Piala AFF 2020 mendapat sorotan dari Lim Teong Kim, eks pelatih junior Bayern Munich. Dia secara khusus menertawakan peta jalan yang dibuat Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Dalam pandangannya, peta jalan yang disebut F:30 hanyalah sebuah lelucon.

Demi mendorong timnas Malaysia jadi kekuatan di Asia, FAM membuat sebuah peta jalan bernama F:30. Selain tertera target untuk setiap periode, di sana juga dinyatakan bahwa pola terbaik untuk Harimau Malaya adalah 4-3-3. Hal inilah yang ditertawakan Teong Kim.

Lim Teong Kim mengkritik pedas peta jalan sepak bola Malaysia yang dibuat FAM.
malaysiagazette.com
- Advertisement -

“Saat memperkenalkan F:30, eks direktur teknik, Peter de Roo, butuh 1,5 tahun untuk menyadarkan rakyat Malaysia bahwa sistem terbaik adalah 4-3-3,” urai Lim Teong Kim seperti dikutip Football5Star.com dari Stadium Astro. “Namun, semasa De Roo masih ada, Ong Kim Swee melatih timnas U-23 bukan dengan sistem 4-3-3, melainkan 3-5-2.”

Lebih lanjut, pria yang hingga 2019 menjadi Direktur Akademi Mokhtar Dahari itu mengungkapkan, “Jadi, apa itu F:30? Apakah ia adalah DNA sepak bola? Saat ini, tim mana yang menggunakan sistem 4-3-3? Brad (Maloney di timnas U-23) menggunakan sistem 3-4-3. Jadi, sebenarnya apa DNA itu?”

Lim Teong Kim Sangat Kesal kepada FAM

- Advertisement -

Bagi Lim Teong Kim, langkah FAM membuat peta jalan bernama F:30 sebagai panduan untuk jadi salah satu kekuatan sepak bola di Asia sia-sia belaka. “Anda memperkenalkan F:30, tapi tak ada orang yang mengikutinya. Jadi, apa gunanya Anda membuat peta jalan kalau pelaksanannya tak ada?” kata dia lagi.

Pria berumur 58 tahun itu lebih lanjut mengungkapkan kegeraman terhadap FAM. Menurut dia, para petinggi FAM hanya membawa kehendak sendiri. Mereka tak mau mendengarkan masukan para pakar sepak bola termasuk dirinya. Itu membuat dia malas bicara dengan FAM.

Lim Teong Kim menilai sepak bola Malaysia tak dikelola secara baik oleh FAM.
affsuzukicup.com
- Advertisement -

“Saya berani mengaku sebagai pakar. Mungkin ada orang yang ragu, tapi saya bisa katakan saya adalah pakar. Saya punya keahlian pada hal yang saya lakukan. Saya tahu persis hal yang saya katakan,” ucap pelatih yang berjasa mengasah Thomas Mueller semasa di tim junior Bayern Munich itu.

Lim Teong Kim menambahkan, “Saya mengatakan hal yang harus dikatakan bukan untuk membantu FAM. Saya hanya ingin membantu para pemain di Malaysia, juga para pelatih di Malaysia karena hal yang saya lihat benar-benar membuat saya bertanya-tanya.”

Teong Kim lantas menegaskan, hal mendasar yang harus dilakukan FAM adalah membenahi pembinaan. Menurut dia, para pemain yang ada saat ini tak bisa disalahkan karena melakukan semua yang diajarkan sedari kecil. Kesalahan ada pada para pelatih yang mendidik mereka di akademi.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img