Inter dan AC Milan Terpeleset, Luciano Spalletti Minta Napoli Tancap Gas

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Napoli, Luciano Spalletti, meminta timnya untuk tancap gas dalam perburuan Scudetto sekaligus mengamankan posisi di empat besar. Walaupun begitu, Spalletti, belum mau berbicara seberapa besar peluang timnya meraih Scudetto.

Inter dan AC Milan lagi-lagi gagal meraih poin penuh. I Rossoneri imbang melawan Udinese, dan I Nerazzurri ditahan Genoa. Napoli punya peluang untuk naik ke puncak klasemen.

- Advertisement -

Selain itu, I Partenopei juga sudah tersingkir dari Liga Europa dan Coppa Italia, jadi mereka memiliki jadwal yang lebih lengang. Tapi, mereka nantinya akan berhadapan dengan lawan sulit, Lazio (28/2/22).

Napoli Gagal Naik ke Puncak, Luciano Spalletti Tetap Puas (Football Italia)
Football Italia

“Ini adalah pertarungan nyata dengan banyak tim yang masih bisa kembali ke zona Liga Champions dan perburuan gelar,” ucap Spalletti seperti dilansir Football5Star.com dari Football Italia.

- Advertisement -

“Saya tahu para pemain saya, mereka mengenali momen ini, dan mulai sekarang kami harus tancap gas.

“Itu masih selalu tergantung pada kami. Saya tidak akan mengatakan apa peluang kami untuk memenangkan liga, karena memang benar kami kehilangan momentum, tetapi juga memiliki banyak sumber misterius yang dapat memberi kami solusi untuk banyak masalah.

- Advertisement -

“Kami bermain dengan percaya diri, mengetahui ini adalah peluang yang bisa kami ambil.

“Ini adalah pertandingan (lawan Lazio) yang merupakan peluang besar bagi kami dan solusinya adalah bermain sebagai Napoli, sebagai tim yang hebat. Tegakkan kepala kami, hadapi lawan kami dan beri tahu mereka bahwa kami siap bermain untuk menang.”

Luciano Spalletti: Paruh Musim Kedua, Napoli Kurang Identitas

Luciano Spalletti santai saja menanggapi siulan sebagian fan Roma kepada dirinya.
Getty Images

Napoli sempat berada di puncak klasemen untuk waktu yang cukup lama pada awal musim. Tapi mereka justru kini berada di posisi ketiga. Spalletti menjelaskan alasannya.

“Sejauh ini, kami tidak memiliki identitas yang kami miliki di awal musim. Gaya sepakbola ini menuntut kualitas. Jika kualitas itu kurang, bisa menjadi bumerang dan kembali menyakiti kami,” ujarnya.

“Jika kami tidak bisa mengontrol bola dan memainkannya dari belakang dengan presisi, kami berisiko malu.”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img