Luis Suarez Tak Sudi Berdamai dengan Koeman

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Luis Suarez, striker Atletico Madrid buka suara terkait rasa sakit hatinya kepada pelatih Barcelona, Ronald Koeman. Diungkapkan oleh Suarez, Koeman saat itu memperlakukan dirinya bak seorang anak kecil.

- Advertisement -

Tidak hanya Koeman yang mendapat serangan dari Luis Suarez. Pemain asal Uruguay itu juga menunjuka kelakukan buruk dari mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu.

Luis Suarez Ratapi Permainan Buruk Barcelona
Marca

“Ronald Koeman memperlakukan saya dengan penghinaan, seolah-olah saya masih berusia 15 tahun,” kata Luis Suarez seperti dikutip Football5star.com dari Mundo Deportivo, Jumat (1/10/2021).

“Dan Josep Maria Bartomeu membocorkan bahwa saya adalah sosok yang buruk di ruang ganti.” tambah eks pemain Liverpool tersebut.

Suarez yang pada tahun lalu didepak dari Barcelona justru meraih hasil gemilang bersama Atletico Madrid. Ia pun berbicara mengenai karma yan menimpa mantan klubnya itu.

Canizares: Ronald Koeman adalah Pelatih Terburuk!
Marca

“Saya percaya pada karma. Karma, nasib, bahwa mereka membenci Anda karena saya tidak lupa bahwa tahu lalu di peramusim mereka mengirim saya untuk berlatih secara terpisah untuk membuat saya marah dan sebagai seorang profesional pelatih mengatakan itu kepada saya,”

“Sebagai seorang profesional saya berlatih setiap hari tanpa wajah yang buruk karena itulah yang menyentuh saya karena saya seperti itu dan takdir akan memiliki akhir yang bagus untuk saya,”

Luis Suarez Masih Memendam Rasa Sakit Hati

Suarez pun menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki pemikiran untuk kembali memperkuat Barcelona. Hal itu tentu saja didasari rasa kecewa yang mendalam Suarez kepada manajemen klub, utamanya pelatih Ronald Koeman.

Saat Ini Bukan Waktu yang Tepat untuk Xavi Latih Barcelona
Marca

“Tidak, tidak sama sekali. Terkadang bentuknya menyakitkan dan lebih karena seseorang memiliki rasa hormat, meski saya tidak membenci siapa pun,”

“Saya ingat itu, sama seperti saat kami menjalani momen-momen hebat saat saya masih tinggal di Barcelona, kami melewati semua itu. Malam yang buruk, di mana ada rasa kecewa dan kesedihan,”

“Saya juga berpikir bahwa pergi ke Barcelona itu mudah, tetapi intinya adalah untuk saya berada di level penampilan terbaik seperti yang pernah saya tunjukkan di sana,”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img