Man. City ke Final, Pep Guardiola Samai Jejak 6 Pelatih Hebat

BACA JUGA

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City sukses melangkah ke final Liga Champions. The Cityzens memastikan hal itu dengan kemenangan agregat 4-1 atas Paris Saint-Germain. Kesuksesan itu jadi catatan tersendiri bagi sang manajer, Pep Guardiola.

Lolos ke final Liga Champions memang bukan hal yang langka bagi Guardiola. Namun, kali ini punya makna tersendiri. Pasalnya, dia sudah satu dekade tak merasakan hal tersebut. Sudah begitu, Manchester City adalah klub kedua yang ditanganinya di final ajang ini.

- Advertisement -

Sebelum ini, Guardiola telah dua kali mencicipi final Liga Champions. Keduanya bersama Barcelona dan selalu berbuah juara, yakni pada 2008-09 dan 2010-11. Setelah itu, dia selalu gagal. Empat kali di antaranya dengan tersisih pada semifinal bersama Bayern Munich dan Man. City.

Sukses meloloskan Manchester City ke final musim ini membuat Guardiola masuk jajaran pelatih langka di ajang ini. Dia adalah pelatih ketujuh yang tampil di final bersama dua klub berbeda pada era Liga Champions. Enam pelatih lain yang lebih dulu melakukan hal itu adalah Carlo Ancelotti, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ottmar Hitzfeld, Jupp Heynckes, dan Juergen Klopp.

Andai nanti membawa Man. City berjaya, Guardiola akan menyamai Ancelotti, Mourinho, dan Hitzfeld yang juara Liga Champions bersama dua klub berbeda. Ancelotti bersama AC Milan dan Real Madrid, Mourinho dengan FC Porto dan Inter Milan, sedangkan Hitzfeld bersama Borussia Dortmund dan Bayern Munich.

Tuchel Bisa Susul Guardiola

Thomas Tuchel bisa menyusul Pep Guardiola sebagai pelatih yang tampil di final Liga Champions bersama dua kub berbeda.
independent.co.uk

Satu hal yang menarik, Pep Guardiola bisa menghadapi pelatih yang juga menangani dua tim berbeda di final. Itu terjadi andai Chelsea yang jadi lawan Manchester City pada final Liga Champions di Istanbul nanti.

Manajer Chelsea, Thomas Tuchel, adalah pelatih Paris Saint-Germain di final musim lalu. Pelatih berumur 47 tahun itu bahkan bisa menorehkan catatan tersendiri. Dia akan jadi pelatih pertama yang melakoni dua final secara beruntun bersama dua klub berbeda.

Akan tetapi, tak seperti Pep Guardiola, Thomas Tuchel tak punya modal bagus. Musim lalu, tim asuhannya gagal juara. Pada final musim lalu, PSG takluk 0-1 dari Bayern Munich lewat gol tunggal sundulan Kingsley Coman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img