Mantan Pelatih Mencak-Mencak Malaysia Dibikin Malu Timnas Indonesia

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pelatih Malaysia, B. Sathianathan, mencak-mencak usai negaranya dibikin malu timnas Indonesia. Dia menuntut Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) berbenah dan berkaca soal buruknya penampilan tim di Piala AFF 2020.

- Advertisement -

Malaysia memang tak bisa menunjukkan tajinya dalam turnamen edisi kali ini. Mereka hanya menang 2 kali, dan takluk 0-3 dari Vietnam, serta yang teranyar, dibikin malu 1-4 oleh seteru utamanya, Indonesia dalam laga pamungkas Grup B Piala AFF 2020.

Malaysia Dipermalukan Indonesia, Ini Alasan Tan Cheng Hoe (@FAM_Malaysia) Mantan Pelatih Mencak-Mencak Malaysia Dibikin Malu Timnas Indonesia
@FAM_Malaysia

Ini adalah kali pertama Malaysia gagal mencapai semifinal Piala AFF sejak 2016. Fakta tersebut bikin Sathianathan benar-benar geram. Dia menyalahkan FAM atas kegagalan total Malaysia dalam edisi kali ini, termasuk takluk dari timnas Indonesia.

- Advertisement -

“Orang-orang di komite harus merencanakan dengan baik, meramalkan hal-hal dan ketika mereka tidak melakukannya, siapa yang bertanggung jawab?” kata Sathiananthan dikutip NST.

Mantan Pelatih Mencak-Mencak Malaysia Dibikin Malu Timnas Indonesia
New Straits Times

“Ini seharusnya direncanakan lebih baik karena tim lain mampu mempersiapkan dengan baik. Kalau kita bilang Covid-19 (sebagai alasan), masalah ini tidak hanya menimpa Malaysia tapi juga negara lain, Jadi, siapa yang menentukan liga dan kalender domestik?” sambung dia.

Malaysia Seperti Hilang Percaya Diri Lawan Timnas Indonesia

- Advertisement -

Eks pelatih Malaysia 2007 hingga 2009 itu menilai kalau saat melawan Indonesia, pasukan Tan Cheng Hoe seperti tak punya rasa kepercayaan diri. Terlebih, tim kehilangan Aidil Zafuan Radzak dan Shahrul Saad yang cedera.

Timnas Indonesia punya persentase konversi peluang tertinggi di fase grup Piala AFF 2020.
Getty Images

“Saya tidak melihat kepercayaan (pada tim). Itu bukan keseimbangan yang tepat karena ada posisi tertentu di mana kami bisa memilih pemain yang lebih baik,” papar dia.

“Tim terlihat putus-putus, kepercayaan diri tidak ada. Itu bukan skuat yang sama di kualifikasi Piala Dunia di Bukit Jalil (2019). Kemudian, Malaysia bermain bagus melawan Vietnam dan UEA,” tutup dia.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img