Marco Rose: Jude Bellingham Perlu 1 Hal untuk Jadi Sempurna

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Erling Haaland memang bintang utama Borussia Dortmund musim ini. Namun, jangan lupakan Jude Bellingham. Sepeninggal Jadon Sancho yang pindah ke Manchester United, perannya kian mengemuka dalam skema permainan sang pelatih baru, Marco Rose.

Musim ini, Bellingham sudah turun dalam 15 pertandingan di semua ajang dengan kontribusi ciamik. Dia membuat 3 gol dan 7 assist. Golnya saat melawan Besiktas dibuat dengan aksi individual memukau yang lantas viral. Terbaru, dia didapuk sebagai pemain terbaik saat Dortmund menang atas FC Ingolstadt 04.

Peran Jude Bellingham bagi Borussia Dortmund kian besar pada musim ini.
Getty Images
- Advertisement -

Rose mengakui Bellingham sebagai pemain istimewa. “Dia memancarkan tanggung jawab. Dia tak bicara banyak, hanya menunjukkan caranya tampil dan bermain sepak bola. Dia melakukan semua yang diinginkan oleh pelatih,” urai dia seperti dikutip Football5Star.com dari Sportbuzzer.

Eks pelatih Borussia Moenchengladbach itu menambahkan, “Dia bertarung, tak menyenangkan bagi lawan, dan dia itu bajingan kecil saat merebut bola. Benar-benar sosok idaman.”

Marco Rose Minta Kendalikan Diri

Meskipun demikian, Marco Rose tak bisa menyebut Jude Bellingham sebagai sosok pemain sempurna. Di samping memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan, ada kekurangan signifikan pada diri gelandang asal Inggris tersebut. Itu menyangkut pengendalian diri.

“Dia itu pesepak bola luar biasa, tapi kadang masih agak liar. Andai mampu mengontrolnya, dia akan lebih strategis dan semuanya akan sempurna bagi dia. Strategis itu contohnya saat dia bermain sebagai dobel 6. Karena selalu ingin mendapatkan bola, penempatan posisinya tidak terlalu bagus,” ucap Rose.

Jude Bellingham membalas provokasi fan Bayer Leverkusen dengan tindakan yang tak kalah provokatif.
Getty Images

Pengendalian diri itu juga terkait cara menyikapi tekanan para suporter lawan. Bellingham kadang terlalu emosional. Salah satunya ketika Dortmund menang dramatis 4-3 atas Bayer Leverkusen. Kala itu, dia menangkap segelas bir yang dilemparkan fan lawan, lalu meminumnya.

Sikap provokatif dan tidak simpatik itu jadi titik nila yang menodai kehebatan Jude Bellingham. Untuk jadi sosok sempurna dan mendapatkan respek lebih besar, dia wajib memperbaiki hal itu, bukan semata-mata menunjukkan aksi-aksi brilian di lapangan hijau bagi tim yang dibelanya.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img