Tolak Pindah ke Liverpool Jadi Penyesalan Mario Goetze

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Mario Goetze bercerita soal pengalamannya sebagai pesepak bola profesional dalam satu dekade terakhir. Ada banyak momen yang dialami pemain yang kini berseragam PSV Eindhoven.

Tidak semua momen berjalan manis. Tak sedikit momen yang berujung pahit seperti kepindahan ke Bayern Munich yang tak sesuai ekspektasi, menolak pindah ke Liverpool, dan hantu cedera yang mengganggu kariernya.

Mario Goetze di PSV Eindhoven.
- Advertisement -

Dan jika harus memilih, Goetze menyatakan penolakannya terhadap Liverpool jadi penyesalannya. Padahal yang mengajaknya ke Anfield saat itu adalah Juergen Klopp, pelatih yang berjasa besar dalam kariernya.

“Kami masih berhubungan dan kami berbicara saat itu tentang saya datang ke Liverpool. Tapi saya tidak dalam keadaan pikiran di mana saya bisa mempertimbangkannya. Itu sebabnya kepindahan tidak terjadi,” kata Goetze kepada Daily Mail, Jumat (8/4/2022).

mario goetze-thisisanfield
thisisanfield
- Advertisement -

“Apakah saya menyesal? Sulit untuk melihat ke belakang tapi jika Anda bertanya sekarang, ya, saya seharusnya bergabung dengan Liverpool. Saya membuat keputusan yang salah,” ia menambahkan.

Mario Goetze Soal Perbedaan Juergen Klopp dan Pep Guardiola

Eks timnas Jerman pernah dilatih Juergen Klopp dan Pep Guardiola. Bakatnya diorbitkan oleh Klopp di Borussia Dortmund.

- Advertisement -

Mario Goetze kemudian ditempa Pep Guardiola bersama Bayern Munich. Ia mengatakan dua pelatih itu sebagai sosok yang hebat.

mario goetze-pep guardiola

Bedanya hanya pada pendekatan mereka pada pemain. Klopp, menurut Goetze, tidak memiliki sikap berbeda di dalam dan lapangan kepada pemain. Sementara Guardiola yang sangat bersahabat di luar lapangan bisa berubah tegas dan sangat menuntut saat sedang bertanding.

“Klopp bukan hanya pelatih untuk pemain, tapi semua orang di klub. Dia bisa menjadi teman sekaligus bos. Dia dan Pep adalah pelatih dengan karakter terpenting yang saya miliki dalam karier,” ucapnya.

“Jika Anda bertemu Pep di luar lapangan dia pria yang hebat. Anda bisa berbicara tentang keluarga, hal-hal pribadi, dan semuanya. Tapi jika sudah di lapangan dia sangat menuntut. Itu hal yang bagus karena dia banyak mendorong Anda menjadi lebih baik. Tapi sebagai pemain Anda kadang punya sudut pandang berbeda,” tutup Mario Goetze.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img