[ANALISIS] Massimiliano Allegri Belum Selesaikan PR Besar Juventus

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Juventus mulai menunjukkan kebangkitan. Dua kemenangan beruntun mampu diraih secara beruntun dari Spezia dan Sampdoria. Namun, hal itu tak serta-merta membuat allenatore Massimiliano Allegri bernapas lega. Dia sadar betul, PR besarnya musim ini belum terselesaikan.

PR besar itu adalah pertahanan yang rapuh. Musim ini, I Bianconeri baru sekali clean sheet. Itu dibuat pada matchday I Liga Champions di kandang Malmo FF. Ketika itu, Leonardo Bonucci cs. menang 3-0. Namun, di Serie A, mereka selalu saja kebobolan. Dalam 6 laga, 10 gol sudah bersarang di gawang tim asuhan Allegri.

Juventus akhirnya membukukan kemenangan beruntun di Serie A musim 2021-22.
tuttosport.com
- Advertisement -

Kebobolan 2 digit gol pada 6 giornata awal Serie A bukan hal biasa bagi I Bianconeri. Kali terakhir mereka mengalami hal itu pada musim 1988-89 dengan kebobolan 11 gol. Namun, berbeda dengan musim ini, mereka mampu 2 kali clean sheet. Musim ini, jangankan clean sheet, kebobolan 1 gol pun hanya 2 kali.

Untuk tak clean sheet dalam 6 giornata awal, kita harus menengok jauh ke musim 1942-43! Pada musim itu, gawang I Bianconeri kebobolan 14 gol. Bahkan, mereka terus kebobolan hingga giornata ke-9. Total, mereka kebobolan 19 gol. Sebanyak 11 gol saat dikawal Lucidio Sentimenti dan 8 gol kala dijaga Giuseppe Peruchetti.

Massimiliano Allegri Soroti Koordinasi Lini Belakang

Tak heran bila Massimiliano Allegri tak begitu lega setelah kemenangan atas Sampdoria. Seperti saat menang atas Spezia, dia menyebut Bonucci dkk. tidak menang secara meyakinkan. Peraih 6 Scudetti itu pun terang-terangan menyebut timnya mengakhiri laga dengan ketakutan. Mereka takut Il Samp mencetak gol penyeimbang.

“Pada masa lalu, Juventus tak pernah kebobolan gol-gol seperti ini? Terlepas dari fakta clean sheet sangat sulit diraih karena skor berakhir 2-2, 3-2, saya tidak berpikir demikian. Namun, kami harus bekerja lagi dan coba untuk tak kebobolan,” urai Massimiliano Allegri seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport.

Massimiliano Allegri menilai koordinasi antarbek Juventus masih kurang bagus.
Getty Images

Secara khusus, Allegri merasa ada masalah di lini belakang, terutama koordinasi antarbek. “Kami kebobolan pada sepak pojok pertama lawan. Ada dua kecerobohan dalam penjagaan dan kami perlu lebih hati-hati lagi. Bonucci paham ada bahaya dan coba menutup, tapi Alex (Sandro) justru melepaskan penjagaan. Saat ini, kami harus membayar mahal kesalahan itu,” ujar dia.

Allegri tak habis pikir mengenai hal itu. Dia mengingatkan, Juventus tak akan selalu mendominasi pertandingan selama 90 menit. “Akan ada momen-momen yang mengharuskan kami bertahan dan kami harus melakukannya dengan baik… Saya tak tahu apa yang terjadi di sini selama saya tak ada,” kata pelatih 54 tahun itu.

Tanpa Tameng di Lini Tengah

Akan tetapi, bagi para pengamat sepak bola di Italia, lini belakang Juventus rapuh bukan hanya karena para beknya. Pietro Vierchowod, bek mumpuni pada era 1990-an, setelah lawan Spezia menunjuk ada masalah di lini tengah. Dia mempertanyakan fungsi gelandang bertahan yang seharusnya melindungi lini belakang.

Hal itu kembali terlihat pada laga lawan Sampdoria. Meskipun menguasai permainan, I Bianconeri selalu kalang kabut ketika lawan melakukan tusukan. Salah satu sebabnya adalah penempatan posisi dua gelandang tengah mereka, Manuel Locatelli dan Rodrigo Bentancur.

Manuel Locatelli dan Rodrigo Bentancur tak bisa jadi tameng lini belakang Juventus
tuttosport.com

Pada laga lawan Sampdoria, jelas terlihat Locatelli dan Bentancur tak mampu memberikan perlindungan di jantung lini tengah. Mereka berada cenderung berada di sayap yang seharusnya jadi pos Federico Chiesa dan Federico Bernardeschi. Itu menciptakan ruang yang lebar antara lini tengah dan lini belakang yang mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Antonio Candreva cs.

Heatmap WhoScored menunjukkan hal itu. Kombinasi pergerakan kedua pemain cenderung berada di sebelah kanan area pertahanan, lalu sebelah kanan dan kiri saat berada di area lawan. Sementara itu, area di lingkaran tengah justru kosong dan lebih dikuasai pemain Sampdoria. Ini tentu jadi PR serius bagi Massimiliano Allegri pada pekan-pekan ke depan.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img