Matteo Pessina Beberkan Kunci Sukses Italia Bisa Juara Euro 2020

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Atalanta, Matteo Pessina, mengungkapkan kunci kesuksesan Italia bisa menjadi juara di Euro 2020. Pessina juga mengungkapkan apa yang diminta pelatih Roberto Mancini terhadap para pemain.

Italia berhasil menjadi juara Euro untuk pertama kalinya sejak 1968. Padahal, Gli Azzurri tidak begitu diunggulkan dalam kompetisi ini mengingat mereka gagal masuk ke Piala Dunia 2018. Pessina pun mengakui, Prancis, Belgia dan Inggris lebih difavoritkan, tapi menurutnya Italia punya tim yang lebih kompak.

- Advertisement -

“Prancis, Belgia dan Inggris tampak penuh dengan (pemain) juara, tapi saya pikir Mancini telah menciptakan semangat tim yang hebat sejak saat pertama. Saya percaya bahwa dari luar, Anda merasa bahwa benar-benar ada persatuan nyata di antara kami dan, percayalah, itu tidak mudah untuk mewujudkannya,” ucap Pessina seperti dikutip Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport.

Matteo Pessina - Italia - Menafn
Menafn

Dia melanjutkan, “Mancini segera menjadikan kami sebuah grup, bukan kumpulan individualitas. Kami menyadari bahwa sesuatu yang ajaib sedang terjadi. (Salvatore) Sirigu dan (Francesco) Acerbi mengulanginya di setiap sesi latihan.”

- Advertisement -

Pessina sendiri sebenarnya gagal masuk ke dalam 26 pemain yang dibawa ke Euro 2020. Tapi dia dimasukkan kembali karena Stefano Sensi menderita cedera, dan dia tampil apik dengan mencetak 2 gol di turnamen.

“Saya adalah orang pertama yang merasa kasihan dengan cederanya. Kami menderita untuknya, (Leonardo) Spinazzola dan (Lorenzo) Pellegrini juga, tetapi kesedihan mereka telah membuat kami semakin bersatu. Mancini hanya memberi kami dua tugas taktis. Bertahan dan menyerang, lalu dia menyuruh kami bersenang-senang,” kata Pessina.

- Advertisement -

Dia melanjutkan, “Bahkan sebelum Final, dia menyuruh kami melakukan apa yang kami tahu. Dia memberi kami tanggung jawab tetapi tidak ada tekanan. (Gianluca) Vialli bekerja di sisi emosional. Sebelum pertandingan, dia membuat pidato yang mampu membuat kami bersemangat sama seperti dia bersemangat membuatnya. Ada ketegangan ‘moral’ yang bercampur dengan ambisi dan kegembiraan.”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img