Chelsea Dikalahkan Aston Villa, Pochettino Tak Mau Salahkan Malo Gusto

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino tak mau menyalahkan Malo Gusto atas kekalahan timnya melawan Aston Villa 0-1 (24/9/23). Walaupun, Pochettino mengatakan bahwa kartu merah yang diterima Gusto merubah segalanya.

Chelsea masih dalam keadaan krisis. Mereka kalah 0-1 dari Aston Villa di kandang sendiri pada pekan keenam Premier League, membuat The Blues kini berada di posisi ke-14 dengan baru meraih satu kemenangan.

- Advertisement -
Chelsea Dikalahkan Aston Villa, Mauricio Pochettino Tak Mau Salahkan Malo Gusto (Daily Express)
Daily Express

Di laga itu, The Blues bermain dengan 10 orang lebih dari setengah jam karena Malo Gusto terkena kartu merah langsung dan itu bisa dimaanfaatkan oleh Villa dengan mencetak gol lewat Ollie Watkins. Pochettino tak mau menyalahkan eks pemain Lyon itu.

“Itu ada di depan saya (tekel keras Gusto) tapi saya tidak melihatnya, jadi saya tidak bisa bilang itu bukan kartu merah. Kami perlu memercayai wasit dan VAR dan kami tidak bisa kembali lagi dan mengubah keputusan, kami harus menerimanya,” kata Pochettino seperi dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

- Advertisement -

“Itu tanggung jawab pemain, kami tidak bisa menyalahkan wasit atau VAR. Dalam situasi ini kami perlu bertindak dengan cara yang berbeda.

“Saya tidak akan menyalahkan atau mengatakan apa pun terhadap Malo Gusto, karena terkadang situasi seperti ini terjadi dalam sepak bola, tapi tentu saja situasi tersebut berdampak negatif pada tim dan permainan.”

- Advertisement -

Mauricio Pochettino: Hasil Ini Tidak Pantas

Chelsea Dikalahkan Aston Villa, Mauricio Pochettino Tak Mau Salahkan Malo Gusto (Chelseafc.com)
Chelseafc.com

Pochettino merasa hasil ini kurang pantas untuk didapatkan Chelsea dan dia meyakini timmnya hanya kurang beruntung.

“Itu sedikit kurang beruntung. Berapa banyak peluang yang berikan untuk Aston Villa? Kami memblok tembakan dan kemudian tembakan kembali dan tembakan kedua membentur tiang dan masuk,” ucapnya.

“Bagi kami, berapa kali kami berhadapan satu lawan satu dengan Emi Martinez. Itu juga sedikit kurang beruntung, tapi itulah yang terjadi.

“Dalam situasi ini kami harus menerima kenyataan, tapi ini sedikit kurang beruntung karena banyaknya peluang yang mereka ciptakan, ketika Anda memanfaatkan bola mati. Jumlahnya tidak banyak. Dengan 10 pemain kami memaksa mereka untuk mundur dan kami menciptakan peluang. Itulah situasinya.

“Kami perlu menyadari apa yang sedang terjadi namun pada saat yang sama kami harus tetap tenang karena tim sedang menciptakan peluang, tim masih hidup, tim sedang berjuang dalam setiap aksinya.

“Kami tidak bisa mengatakan bahwa para pemain menyerah setelah 70 menit, mereka berjuang sampai akhir dengan satu pemain lebih sedikit. Ini hanya soal bekerja dan mudah-mudahan kami bisa mengubah situasi ini secepat mungkin.”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img