Tinggalkan Chelsea adalah Kesalahan Terbesar Maurizio Sarri

Tinggalkan Chelsea adalah Kesalahan Terbesar Maurizio Sarri 3

Football5star.com, Indonesia – Maurizio Sarri mengakui keputusannya meninggalkan Chelsea pada 2019 lalu merupakan sebuah kesalahan besar. Sarri bahkan mengatakan bahwa skuat The Blues saat ini sangat cocok dengan filosofi permainannya.

Sarri meninggalkan The Blues dan kembali ke Italia bersama Juventus. Akan tetapi, petualangan Sarri bersama Bianconerri hanya bertahan seumur jagung. Ia dipecat di akhir musim 2019-20 karena gagal mempersembahkan gelar Liga Champions.

- Advertisement -

“Saya membuat kesalahan fatal ketika melatih Chelsea, yakni ingin kembali ke Italia dengan cara apa pun. Ketika itu, Marina Granovskaia (direktur Chelsea), ingin mempertahankan saya. Tapi, saya tetap bersikeras ingin kembali ke Italia,” ungkap Maurizio Sarri dikutip football5star dari Daily Mail.

Goal

“Ketika itu, mereka sedang mengalami masa-masa sulit karena Roman Abramovich tak bisa datang ke Inggris. Situasi ini membuat Granovskaia memiliki tugas yang sangat berat dan harus memecahkan banyak masalah.”

- Advertisement -

“Setelah menyelesaikan masalah, Granovskaia berhasil mendatangkan pemain-pemain hebat seperti Hakim Ziyech, Kai Havertz dan Timo Werner. Ketiganya merupakan pemain yang sangat cocok dengan gaya bermain saya,” sambung Sarri.

Kepergian Sarri ke Juventus membuat The Blues langsung menunjuk Frank Lampard sebagai pelatih kepala. Musim pertama Lampard bersama The Blues berjalan lancar. Ia sukses membawa Jorginho cs finis di peringkat keempat Liga Inggris 2019-20 dan melaju hingga ke babak final Piala FA.

- Advertisement -

Akan tetapi, Lampard gagal menunjukkan performa konsisten di musim 2020-21. Ia kehilangan pekerjaannya pada Januari 2021 dan digantikan oleh Thomas Tuchel. Di bawah komando Tuchel, The Blues sukses menyabet gelar Liga Champions 2020-21.

https://youtu.be/czzqekmhL0I
- Advertisement -