Maurizio Sarri Tak Heran AS Roma Kalah 1-6 dari Bodo/Glimt

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan telak 1-6 yang dialami AS Roma pada lanjutan UEFA Europa Conference League mendapat sorotan dari Maurizio Sarri. Menurut pelatih Lazio, seteru Roma di Italia, kekalahan telak itu bukan hal yang mengherankan walaupun bagi banyak orang mengejutkan.

Sarri mengaku tak memantau pertandingan Bodo/Glimt vs Roma. Dia pun tak tahu susunan pemain yang diturunkan Jose Mourinho pada laga tersebut. Namun, dari pengalamannya, hasil mengejutkan di kancah Eropa bukanlah hal yang langka dan mengherankan.

Maurizio Sarri menganggap biasa kekalahan telak AS Roma dari Bodo/Glimt.
Getty Images
- Advertisement -

“Saya tak tahu pilihan yang dibuat Roma. Berbicara dari luar dan tanpa tahu apa-apa selalu sulit,” urai Maurizio Sarri selepas laga Lazio vs Olympique Marseille seperti dikutip Football5Star.com dari Roma News. “Namun, di Eropa, setiap pertandingan selalu sulit.”

Sarri lantas mengungkapkan pengalaman saat menangani Chelsea. “Di Eropa, Anda bertemu dengan tim-tim berperingkat rendah, tapi selalu mengalami kesulitan. Bersama Chelsea, saya pernah bermain di Belarus dan lawan menghantam tiang tiga kali. Itu sungguh tidak mudah,” ujar dia.

Maurizio Sarri Akui Faktor Alam

Pertandingan yang dimaksud Maurizio Sarri adalah saat tandang ke markas BATE Borisov pada fase grup Liga Europa 2018-19. Chelsea mampu menang 1-0, tapi tampil buruk dan kerepotan. Selain tiga kali menghantam tiang gawang Kepa Arrizabalaga, tuan rumah juga gagal menyelesaikan beberapa peluang mudah.

Salah satu hal yang membuat tim asuhan Sarri kesulitan di markas BATE adalah kondisi lapangan dan cuaca berkabut. “BATE bermain bagus. Mereka bisa saja meraih hasil imbang. Kami memghadapi situasi sulit, tapi itu bukan alasan,” kata Maurizio Sarri kala itu seperti dikutip The Guardian.

Maurizio Sarri sempat merasakan kesulitan saat Chelsea bertandang ke markas BATE Borisov pada 2018.
Getty Images

Seperti Chelsea di kandang BATE, AS Roma di markas Bodo/Glimt juga menghadapi masalah yang sama. Saat laga berlangsung, suhu sangat dingin dengan angin bertiup kencang. Sudah begitu, mereka harus bermain di atas lapangan artifisial.

Hal yang menjadi pembeda, tak seperti Maurizio Sarri di markas BATE, Jose Mourinho menurunkan para pemain pelapis di kandang Bodo/Glimt. Dia berdalih ingin melindungi para pemain andalan karena lapangan dan cuaca yang tak bagus. Namun, itu lantas diakui sebagai sebab kekalahan telak I Giallorossi.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img