Meja Kopi Jadi Korban Kegemilangan Emiliano Martinez di Copa America 2021

BACA JUGA

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Emiliano Martinez menjadi bintang timnas Argentina saat menyingkirkan Kolombia pada semifinal Copa America 2021, Rabu (7/7/2021) pagi WIB. Dalam adu penalti, dia mementahkan tiga eksekusi pemain lawan dan membawa La Albiceleste menang 3-2.

Di balik kecemerlangan Emi Martinez tersebut, ada sebuah kisah menarik. Itu menyangkut ayah sang kiper, Alberto. Saking girang bukan kepalang, dia sampai memecahkan meja kopi di rumahnya. Reaksi spontan saat merayakan kegemilangan sang anak ternyata berujung kurang baik.

- Advertisement -

“Saya tinggal sendirian dan menonton laga tadi sendirian juga. Meskipun begitu, saya menikmatinya. Seperti Anda lihat, saya sampai memecahkan memecahkan meja kopi,” urai Alberto Martinez sambil tertawa seperti dikutip Football5Star.com dari media Argentina.

Alberto sangat bangga melihat lesatan karier Emiliano Martinez yang kini jadi andalan timnas Argentina. “Itu sungguh menarik dan tak terduga. menjadi kiper timnas Argentina itu ibarat menyentuh langit-langit dengan jemari tangan,” ucap dia dengan penuh rasa bangga.

Emiliano Martinez Tertempa Masa Lalu

Alberto sangat bersyukur Emiliano Martinez mencuat pada saat yang tepat. Dia menilai kehebatan sang anak tak terlepas dari suasana di tim dan kepercayaan yang diberikan pelatih Lionel Scaloni. “Saya melihat dia sangat tenang, punya rekan-rekan yang baik di tim. Scaloni sangat mendukung dia. Itu membuat dia percaya diri dan tenang dalam menjaga gawangnya,” ujar lelaki yang sudah memiliki empat orang cucu itu.

Berbicara soal ketenangan dan ketangguhan Emi Martinez, Alberto lantas mengungkap kehidupan mereka dulu. Menurut dia, karakter yang ditunjukkan sang anak saat ini tak dapat dilepaskan dari masa sulit yang mereka jalani bersama. Kesulitan, kata dia, telah menempa Emi jadi sosok seperti saat ini.

Alberto Martinez bangga melihat kegemilangan Emi Martinez.
0223.com.ar

“Kadang kala, saya hanya mampu memberikan satu hadiah bagi mereka berdua (Emi dan Alejandro). Saya harus bermain tebak-tebakan untuk menyembunyikan ketidakmampuan membelikan mereka hadiah masing-masing. Kami harus berjuang keras, semuanya sungguh sulit,” urai Alejandro mengenang masa kecil Emi.

Lebih lanjut, Alberto mengungkapkan, “Syukurlah kami pernah melalui masa sulit. Hal itulah yang membuat Emiliano seperti hari ini. Dia adalah sosok yang rendah hati. Dia tahu di mana dia lahir, dari mana asalnya, dan siapa keluarga Martinez itu. Kami semua rendah hati.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img