Menguak Ritual Khusus Emiliano Martinez, Kiper Andalan Argentina

BACA JUGA

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Ritual atau tindakan tertentu yang dilakukan berulang-ulang secara rutin adalah hal biasa di antara para pesepak bola. Ada yang sengaja melakukannya karena dianggap membawa tuah, ada pula yang melakukannya tanpa sengaja, hanya rutinitas biasa. Diam-diam, Emiliano Martinez juga punya ritual seperti itu.

Masih ingat pemandangan di salah satu sudut Stadion Wembley setelah Arsenal mengalahkan Chelsea pada final Piala FA 2019-20? Emiliano Martinez bersandar di papan iklan sambil menatap layar telepon selulernya dengan berurai air mata. Ternyata, itu sudah jadi ritual tersendiri bagi kiper yang kini jadi andalan timnas Argentina tersebut.

- Advertisement -

Menghubungi orang terdekat, terutama sang ayah, Alberto, sudah jadi rutinitas Emi selepas pertandingan. Terutama saat baru saja mengalami hal-hal besar. Di antaranya juara Piala FA bersama Arsenal dan menahan tiga eksekusi pemain Kolombia pada semifinal Copa America 2021.

Emiliano Martinez melakukan panggilan video setelah final Piala FA 2019-20.
Getty Images

“Saya berbicara dengan Emi setelah pertandingan, dengan panggilan video yang dilakukannya di ruang ganti. Dia kemudian melakukannya lagi sekitar pukul 4 pagi saat saya sedang bermain kartu dengan teman-teman saya. Saya memahami itu. Setelah pertandingan, pemain sulit tidur. Mereka menonton televisi atau berbincang,” urai Alberto Martinez seperti dikutip Football5Star.com dari salah satu media Argentina.

Lebih lanjut, Alberto mengungkapkan, “Dia selalu mengontak saya setelah pertandingan. Ketika dia memenangi Piala FA bersama Arsenal, dia berdiri di salah satu bagian lapangan dan membuat panggilan video. Kami berdua menangis seperti bocah saat itu.”

Dedikasi Emiliano Martinez untuk Ayahnya

Sebagai seorang ayah yang sangat bangga terhadap putranya, Alberto selalu senang jadi bagian kebahagiaan Emiliano Martinez. Dia sama sekali tak merasa terganggu meskipun sang anak melakukan panggilan atau mengirim pesan ketika malam sudah sangat larut.

“Kemarin malam, dia mengirim saya memo suara pada pukul 2 pagi dan itu membuat saya menangis tersedu-sedu. Dia selalu melakukan itu kepada saya. Dia tidak dapat berbicara banyak soal kegembiraan. Lalu, dia berkata, ‘Gordo, nikmatilah ini. Ini semua untukmu.’ Itu membuat saya jadi lebih terharu,” kata Alberto lagi.

Alberto Martinez selalu dihubungi Emiliano Martinez setiap selesai pertandingan.
airedesantafe.com.ar

Bagi Alberto, Emiliano Martinez tetaplah Emi kecil meskipun sudah memberi dia dua orang cucu. Maklum saja, mereka berpisah saat Emi berumur 11 tahun. Kala itu, sang anak sungguh-sungguh ingin menimba ilmu sepak bola dan jadi pesepak bola profesional.

“Saat itu, tentu saja sangat sulit bagi saya melepas dia. Emi pergi saat berumur 11 tahun dan saya tak pernah lagi tinggal bersama dia. Memang betul kami selalu melakukan kontak, saya melakukan perjalanan 2 atau tiga kali dalam setahun, ibu dan kakaknya juga begitu. Namun, tetap saja sulit karena dia tetap saja Emi,” kata dia lagi.

Minggu (11/7/2021) pagi WIB nanti, Alberto dipastikan menanti kembali panggilan video dari Emiliano Martinez setelah laga final Copa America 2021. Tentu saja, dia berharap La Albiceleste menang, apalagi sang lawan adalah Brasil. Namun, andai tanpa trofi juara pun, kebanggaannya terhadap Emi tidak akan berkurang barang sedikit.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

- Advertisement -

You Might also like

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img