Misi Mustahil Timnas Indonesia di Leg II Final Piala AFF 2020

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia akan kembali menjalani laga lawan timnas Thailand. Sabtu (1/1/2022), kedua tim akan bertarung pada leg II final Piala AFF 2020. Tim Garuda punya beban berat karena kalah telak 0-4 dari Changsuek saat leg I.

Meskipun kalah 0-4 pada pertandingan pertama, optimisme publik sepak bola Indonesia tak lantas sirna. Banyak yang menyebut bahwa tak ada yang tak mungkin. Tak terkecuali balik memukul Thailand dan merebut trofi juara Piala AFF untuk kali pertama.

Timnas Indonesia butuh keajaiban dan kejadian luar biasa untuk membalikkan keadaan pada leg II final Piala AFF 2020.
affsuzukicup.com
- Advertisement -

Tengoklah Barcelona saat menghadapi PSG pada 2017! Lihatlah Liverpool kala menghadapi Milan di final Liga Champions 2005! Begitulah kata-kata penyemangat yang terlontar dari sebagian orang. Skuat Tim Garuda pun masih bersemangat untuk mati-matian pada laga pamungkas nanti.

Tak bisa dimungkiri, Indonesia masih punya peluang untuk membalikkan keadaan. Masih ada waktu 90 atau bahkan 120 menit pada leg II nanti. Kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di lapangan nanti. Namun, dengan berbekal kekalahan 0-4, kita tahu bahwa itu misi mustahil.

Indonesia Punya Banyak Handicap

- Advertisement -

Pada pertandingan leg II nanti, timnas Indonesia punya banyak handicap. Pertama, keharusan menang setidaknya dengan selisih 4 gol dalam 120 menit untuk memaksakan adu penalti. Itu pekerjaan rumah nan rumit.

Thailand punya pertahanan kokoh. Di Piala AFF 2020, tim asuhan Alexandre Polking baru kebobolan 1 gol hingga leg I final lalu. Kemudian, dalam 41 laga sejak 2017, hanya 2 kali Changsuek kalah dengan selisih 4 gol, yakni dari Jepang pada 2017 dan Uruguay pada 2019.

Timnas Thailand kalah dengan selisih 4 gol untuk kali terakhir pada 2019.
Getty Images
- Advertisement -

Memang benar, menang dengan selisih 4 gol bukan hal aneh dan mustahil bagi Indonesia. Sejak 2019, 2 kali mereka melakukannya. Namun, itu kemenangan telak itu hanya dituai atas Vanuatu dan Laos yang kelasnya jauh di bawah Thailand.

Handicap kedua, Indonesia sangat jarang clean sheet. Pada Piala AFF kali ini, gawang Tim Garuda hanya sekali tak kebobolan. Itu pun saat tampil ultradefensif lawan Vietnam. Lawan Laos dan Kamboja saja, mereka kebobolan.

Apakah mereka mampu clean sheet dengan tetap tampil ofensif saat lawan Thailand? Ini pertanyaan yang menggelitik karena Changsuek juga hanya sekali gagal mencetak gol, yakni saat lawan Vietnam pada leg II semifinal.

Thailand Unggul Nonteknis

Ketiga, dari sisi nonteknis, Thailand punya satu keuntungan. Changsuek tak kalah pada 8 pertandingan yang digelar di Stadion Nasional Singapura. Mereka hanya sekali imbang, yakni saat melawan Vietnam.

Terakhir, handicap Indonesia adalah motivasi berlipat Thailand. Anak-anak asuh Polking ingin juara bukan hanya untuk mengembalikan status sebagai tim terbaik di Asia Tenggara. Mereka juga mendedikasikannya untuk dua kiper.

Chanatip Songkrasin merayakan gol keduanya bersama Kawin Tamsatchanan pada leg I final Piala AFF 2020.
Getty Images

Tragedi dialami dua penjaga gawang Thailand di Piala AFF. Chatchai Budprom mengalami cedera ligamen lutut pada leg II semifinal lawan Vietnam. Lalu, Kawin Tamsatchanan mendapat berita duka jelang final. Ayahnya meninggal dunia.

Tragedi yang dialami Chatchai dan Kawin akan membuat timnas Thailand tampil lebih bersemangat. Madam Pang, sang manajer, setelah semifinal terang-terangan meminta Thailand juara demi Chatchai, sang kiper utama.

Timnas Indonesia Kalah Segalanya

Kans timnas Indonesia untuk membuat kejutan besar pada awal 2022 tidaklah besar. Hanya tinggal beberapa persen saja. Butuh keajaiban atau kejadian luar biasa untuk anak-anak asuh Shin Tae-yong membalikkan keadaan dari kalah 0-4 menjadi menang dan juara.

Tanpa itu, kita tahu Asnawi Mangkualam cs. tak akan berdaya. Pada leg I, kita melihat jelas mereka kalah segalanya dari Thailand. Padahal, Alexander Polking melakukan 7 perubahan pada susunan sebelas pemain pertamanya di laga tersebut demi menyiasati kebugaran para pemainnya.

Thailand unggul segalanya atas Indonesia pada leg I final Piala AFF 2020.
affsuzukicup.com

Statistik pertandingan menjabarkan hal itu. Tim Garuda hanya unggul pada satu kategori, yaitu jumlah pelanggaran! Itu mencerminkan kebuntuan yang dirasakan Asnawi dkk. di lapangan. Kebuntuan karena alur serangan selalu saja mampu dipatahkan lawan.

Pada laga kedua, gambaran pertandingan akan tetap sama. Indonesia mungkin bisa mencuri gol, tapi terlalu tinggi atau bahkan terlalu “halu” untuk kita berharap tim asuhan Shin Tae-yong membalikkan keadaan dan meraih trofi juara untuk kali pertama.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img