Gara-Gara Covid-19, Mochamad Iriawan Menyesal Jadi Ketum PSSI?

Football5Star.com, Indonesia – Mochamad Iriawan disebut menyesal jadi Ketum PSSI karena efek pandemi Covid-19. Hal itu disebutkan oleh Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hasani Abdulgani, yang mengaku kondisi pandemi bikin semuanya pusing.

- Advertisement -

Tak bisa dimungkiri, pria yang karib disapa Iwan Bule itu memang menjalani situasi tak mudah. Mantan Kapolda Metro Jaya itu tadinya bakalan sibuk karena ada Piala Dunia U-21 2021 hingga sejumlah ajang timnas Indonesia.

Akan tetapi, pandemi Covid-19 tiba-tiba datang bak petir di siang bolong. Semuanya batal, bahkan nasib Liga 1 2020 harus berakhir di tengah jalan. Mochamad Iriawan bahkan harus berjuang agar Liga 1 2021-22 bisa benar-benar bergulir.

“Kondisi yang terjadi saat ini dengan pandemi, sampai-sampai membuat ketum mengeluh ke saya. Katanya, ‘Aduh kalau seperti ini dulu kita nggak usah menjadi pengurus PSSI‘,” cerita Hasani Abdulgani kepada awak media.

- Advertisement -

“Karena kita dimarahi (oleh publik), seakan-akan masyarakat nggak peduli kalau COVID-19 sedang berlangsung. Mereka menuntut dan bertanya kenapa timnas begini kenapa begitu,” sambung dia.

Mochamad Iriawan Sudah Lakukan yang Terbaik

- Advertisement -

Hasani menyebut, Iwan Bule sebenarnya mencoba dan sudah lakukan yang terbaik buat PSSI dan sepak bola Indonesia. Salah satu buktinya saat dia mendatangkan Shin Tae-yong yang notabene mantan pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

“Dalam 2-3 tahun ke depan saya yakin kita bisa naik dari peringkat ke-174 ini. Tapi nggak besok juga ya, karena hari ini kompetisi masih belum ada. Kami fokus ke kompetisi dulu sekarang supaya bisa jalan,” tutup Hasani.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

- Advertisement -
- Advertisement -