Mohamad Prapanca Soal Marko Simic: Persija Bukan Klub Kemarin Sore

BACA JUGA

Gamespool new banner 2

Football5Star.com, Indonesia – Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, kembali buka suara terkait kasus Marko Simic yang belakangan jadi perbincangan. Dia bilang kalau klub sudah melakukan sesuai dengan aturan yang ada.

Seperti diketahui, awalnya striker asal Kroasia itu memang secara mengejutkan mengklaim tak dibayar oleh eks timnya selama setahun. Sehari berselang, gantian manajemen Macan Kemayoran yang buka suara. Mereka dengan tegas membantah semua tuduhan itu dan bilang sudah membayarkan gaji sesuai Surat Keputusan (SK) PSSI bernomor SKEP/69/XI/2020.

Mohamad Prapanca Soal Marko Simic: Kalau Saya Salah Bisa Bahayakan Persija!
Media PSJ
- Advertisement -

Prapanca kembali menyebut kalau pernyataan sang striker sama sekali tak benar. Dia menyebut kalau manajemen sudah melakukan hal yang sesuai dengan aturan yang ada. Bahkan, kalau dia salah ambil keputusan, tentu akan membahayakan nama besar Persija.

“Apa yang disampaikan Marko Simic itu tentunya tidak benar. Kalau teman-teman sudah baca pernyataan resmi kami, bahwa apa yang kami jawab itu sesuai apa yang kami pahami, tahu, dan punya dokumennya,” ungkap Mohamad Prapanca.

Mohamad Prapanca Soal Marko Simic: Persija Bukan Klub Kemarin Sore
Indra Eka/F5S
- Advertisement -

“Persija bukan klub kemarin sore. Tindakan saya kalau salah bisa bahayakan nama besar tim. Itu gak tahu nasib saya kayak apa,” sambung dia.

Tak Masalah Marko Simic Perpanjangnya

Prapanca sendiri mengaku tak masalah striker 33 tahun itu memperpanjang masalah ini. Dia bilang kalau manajemen sangat siap menghadapi proses yang akan dilalui ini.

Angelo Alessio: Saya Bukan Tipe Pelatih yang Tangisi Kekalahan, Tapi Wasit Tidak Fair!
- Advertisement -

“Apa yang telah kami sampaikan adalah fakta menurut kami. Kami semua taat hukum dan tata Kelola yang diatur federasi. Kalau pemain namanya gak sepaham ada sila keempat ada musyarawah,” papar dia.

“Sudah kamilakukan. Budaya Indonesia. Tentu ini budaya yang beda. Ini tentu harus kami cari titik temu. Jadi pasti apa yang kami sampaikan di awal adalah hal yang resmi,” tutup dia.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img