Amnesty Internasional Kutuk Pengambilalihan Newcastle United

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Newcastle United saat ini sudah memiliki pemilik baru. Konsorsium Arab Saudi, PIF mengambil alih kepemilikan Newcastle United secara penuh dari pemilik lama, Mike Ashley.

- Advertisement -

Dana yang digelontorkan PIF untuk mendapatkan Newcastle United ini kabarnya mencapai 300 juta poundsterling atau sekitar Rp 5,81 triliun. Pengambilalihan Newcastle oleh PIF ternyata membuat organisasi Hak Asasi Manusi (HAM), Amnesty Internasional mengecamnya.

Alan Shearer Minta Fan Newcastle United Lebih Dewasa

Dikutip Football5star.com dari Mail Online, Jumat (8/10/2021), menurut Amnesty Internasional, PIF yang dipimpin oleh Mohammed bin Salman, putra mahkota Arab Saudi telah dituduh terlibat dalam pembunuhan jurnalis, Jamal Khashoggi pada 2018.

“Ini menunjukkan bahwa sepak bola Inggris terbuka untuk bisnis cuci tangan rezim yang dinegaranya telah melanggar hak asasi manusia. Amnesti menganggap cukup lucu bahwa individu yang terlibat dalam kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan bisa cukup punya uang untuk membeli klub Liga Inggris,” bunyi pernyataan resmi Amnesty Internasional.

Newcastle United Bisa Sebesar PSG

“Situas HAM di Arab Saudi terus mengerikan, di bawah Mohammed bin Salman, itu hanya menjadi lebih buruk. Kritikus pemerintah, juru kampanya hak perempuan, aktivias Syiah, dan pembela HAM secara rutin dilecehkan dan dipenjarakan,”

“Mungkin Liga Inggris harus mempertimbangkan untuk mengubah tes dan direktur pemilik klub mereka untuk mencegah hal semacam ini kembali terjadi,”

Newcastle United Dianggap Bikin Malu Liga Inggris

PIF mengambil alih kepemilikan Newcastle United secara penuh dari pemilik lama, Mike Ashley.

Kabar ini di satu sisi tentu saja menjadi sangat membahagikan bagi fan Newcastle United. Namun di sisi lain, kabar ini mendapat keceman dari kekasih mendiang jurnalis, Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz.

Newcastle United Bikin Malu Sepak Bola Inggris
Inews.uk

Jamal Khashoggi adalah seorang jurnalis yang sangat vokal terhadap kerajaan Arab Saudi. Pada 2018, Jama meninggal dunia karena dibunuh oleh sekelompok orang yang diduga agen dari Arab Saudi di Instabul, Turki.

Para terdakwa termasuk dua mantan ajudan Pangeran Mohammed bin Salman, yang menyangkal keterlibatan mereka. Kasus ini yang membuat Cengiz sangat berang dengan kabar bahwa Newcastle United saat ini menjadi milik putra mahkota kerajaan Arab Saudi tersebut.

“Salah bahwa Putra Mahkota sekarang berpura-pura tidak ada hubungannya dengan kesepakatan yang diusulkan. Kita semua tahu dia berusaha untuk meningkatkan citranya,” ucap Cengiz.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img