Nostalgia Hari Ini: Bambang Suryo Dihukum karena Terlibat Pengaturan Skor

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – 15 Oktober 2015, menjadi babak baru soal isu pengaturan skor di sepak bola Indonesia, salah satunya dihukumnya Bambang Suryo. Dia didakwa PSSI larangan berkecimpung di dunia sepak bola Indonesia selama seumur hidup.

- Advertisement -

BS, biasa dia dikenal, dihukum oleh PSSI karena dianggap terlibat dalam kasus sepak bola gajah antara PSS Sleman vs PSIS Semarang, 26 Oktober 2014 di Sasana Krida Akademi Angkatan Udara. Dalam laga itu, PSS menang 3-2 atas PSIS dengan lima gol yang tercipta merupakan hasil bunuh diri.

Nostalgia Hari Ini: Bambang Suryo Dihukum karena Terlibat Pengaturan Skor
Tribunnews

Setahun berselang, setelah mengadakan penyelidikan, PSSI akhirnya menghukum BS seumur hidup. Tak cuma BS, ada tiga nama lain yang disanksi, yakni Supardjiono, Gunawan, dan Agus Yuwono. Nama terakhir dihukum selama lima tahun.

“Mereka itu berbohong, katanya mau membantu PSSI untuk mengungkapkan judi dan rantai match fixing, namun hingga saat ini tidak membantu,” ungkap Ketua Komdis PSSI kala itu, Ahmad Yulianto.

Bambang Suryo Beri Pengakuan Mengejutkan

Nostalgia Hari Ini: Bambang Suryo Dihukum karena Terlibat Pengaturan Skor
Indosport

Beberapa bulan berselang usai disanksi, Bambang Suryo, sempat mengungkapkan fakta mengejutkan. Dia mengaku dibayar Rp50 juta supaya mau membeberkan adanya pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

Tak cuma itu, BS jua dijanjikan uang bulanan. Namun, Bambang Suryo lantas bersuara karena uang yang dijanjikan oleh Kemenpora nyatanya tak terlaksana.

“Saya dijanjikan dikasih uang Rp50 juta, Rp50 juta sudah dibayar sebelum bulan puasa 2015 karena saya sudah mau bicara ke media. Namun mereka berbohong kepada saya kalau saya akan dapat bulanan,” beber BS, Januari 2016 dikutip dari Viva.

Nostalgia Hari Ini: Bambang Suryo Dihukum karena Terlibat Pengaturan Skor
Goal

“Padahal saya sudah datang ke tempat jumpa pers, ke televisi, mau ngomong, dan saya juga dijanjikan dapat uang bulanan Rp10 hingga Rp15 juta. Nyatanya sampai sekarang itu semua bohong,” sambung dia.

Kendati demikian, BS tak memungkiri kalau praktik pengaturan skor di sepak bola Indonesia bukan isapan jempol belaka. Bahkan, dia menilai praktik itu sudah berlangsung sebelum era La Nyalla Mattalitti.

“Hal itu sudah jauh terjadi sebelum kepengurusan (PSSI saat ini pimpinan) La Nyalla terbentuk. Jadi engga ada kaitannya dengan itu,” tutup Bambang Suryo.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img