Nostalgia Hari Ini: Bencana Paling Mematikan di Benua Afrika

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Kompetisi sepak bola di benua Afrika selama ini memang jarang terlihat. Hal tersebut terjadi karena level kompetisi di sana yang masih rendah. Bahkan liga-liga di sana masih kalah jauh dari benua Asia.

Bisa dibilang, kompetisi benua Afrika yang cukup mencuri perhatian adalah Liga Mesir, Liga Tunisia, atau Liga Maroko. Klub-klub yang berasal dari tiga kompetisi ini pula yang sering menjuarai Liga Champions Afrika.

- Advertisement -

Sementara kompetisi negara kuat lainnya seperti Ghana masih tertinggal. Kendati memiliki timnas yang kuat dan melahirkan banyak pemain bintang, Liga Ghana tidak terlalu diperhitungkan.

accra disaster pulse ghana
Pulse Ghana

Terlepas dari hal tersebut, ada satu momen yang akan membuat semua orang ingat pada kompetisi di Ghana. Sayangnya, momen yang akan selalu diingat itu adalah momen paling memilukan dalam sejarah sepak bola Afrika.

- Advertisement -

Sebuah tragedi berdarah telah terjadi di Stadion Accra 19 tahun silam. Bentrokan yang terjadi di tribun stadion membuat 126 orang kehilangan nyawanya saat menyaksikan laga tim sekota, Hearts of Oak melawan Asante Kotoko.

Pertandingan yang sudah ditunggu-tunggu kedua belah suporter ini berjalan seru. Para fan di tribun awalnya pun tanpa bosan memberi dukungan untuk klub kesayangan.

Patung dan Beasiswa untuk Anak Para Korban

- Advertisement -

Ketika pertandingan di lapangan mencapai klimaksnya pada menit-menit terakhir setelah Herats of Oak membalikkan keadaan dan menang 2-1, kericuhan justru pecah di tribun stadion. Pendukung Asante Kotoko menjadi biang keladi kerusuhan.

Mereka yang frustrasi dan kecewa tim kesayangannya kalah mulai mengambil kursi dari tribun, membakarnya, dan melemparkan ke  lapangan. Melihat kejadian tersebut, polisi meresponsnya dengan menembakkan gas air mata sehingga menyebabkan kepanikan.

accra disaster ghana soccernet
ghanacossernet

Dalam situasi yang makin tak terkendali, polisi dan fan terlibat baku hantam. Polisi yang tadinya hanya menggunakan gas air mata dan peluru karet mulai memukuli fan dan menembaki mereka dengan peluru tajam.

Kondisi kian mencekam tatkala akses keluar ditutup hingga membuat korban berjatuhan semakin banyak. Tercatat 126 orang meninggal dunia dan tragedi Accra ini jadi bencana paling mematikan di Afrika.

Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian melakukan penyelidikan mendalam dan menetapkan enam polisi sebagai tersangka. Mereka didakwa bersalah atas kasus pembunuhan.

accra disaster Graphic Online
Graphic Online

Beberapa hari setelah kejadian paling berdarah itu, pemerintah Ghana membentuk beasiswa khusus untuk anak-anak para korban. Mereka juga mendirikan patung sebagai pengingat masa kelam tersebut.

Dan untuk menutup memori memilukan itu, pemerintah juga mengubah nama stadion menjadi stadion Ohene Djan.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img