Nostalgia Hari Ini: Juergen Klinsmann Sepakat Latih Bayern Munich

Football5star.com, Indonesia – Bayern Munich belum juga menyentuh kegagalan dalam delapan musim terakhir. Mereka selalu mengakhiri musim dengan predikat juara Bundesliga.

Kesuksesan besar ini lumrah saja diraih Bayern Munich. Mereka unggul segalanya dari 17 tim lain Bundesliga. Mulai dari kualitas pemain, pelatih, dan tentu saja finansial.

Akan tetapi, jalan Die Roten tidak selamanya mulus. Ada kalanya mereka terjatuh hingga gagal meraih trofi. Ironisnya, momen ini pernah dirasakan bersama salah satu mantan pemainnya, Juergen Klinsmann.

Goal

Era baru itu berawal pada hari ini 12 tahun lalu kala Bayern Munich menunjuk Juergen Klinsmann sebagai nakhoda baru. Ia menggantikan posisi pelatih bergelimang gelar sekelas Ottmar Hitzfeld.

Uniknya, Klinsmann tidak langsung memimpin Franck Ribery dkk Januari 2008. Dia baru bertugas pada musim 2008-2009 seiring dengan pengunduran diri Ottmar Hitzfeld.

Melatih tim sebesar Bayern bukanlah perkara mudah. Apalagi dia berada di bawah bayang-bayang Ottmar Hitzfeld yang meraih sukses besar selama menukangi Tha Bavaria.

Modal membawa timnas Jerman ke semifinal Piala Dunia 2006 juga tidak cukup untuk Klinsmann. Dan benar saja, Bayern Munich yang hampir tiap musim selalu juara menjadi berbeda di tangan mantan pemainnya.

Die Roten seakan memasuki masa suram. Masa yang tidak diharapkan oleh pemain dan fan sebelumnya. Klinsmann memang membawa Bayern menembus semifinal Liga Champions, tapi dia gagal mempertahankan gelar Bundesliga.

imago images

Pada musim 2008-2009 Die Roten harus puas mengakhiri musim tanpa satu pun piala. Untuk klub terpandang seperti mereka, ini jelas sebuah capaian memalukan.

Bahkan bek sayap andalan ketika itu, Philipp Lahm, dalam buku autobiografinya, menyebut musim 2008-2009 bersama Juergen Klinsmann sebagai musim kegagalan.

Hancur di lapangan, hubungan Klinsmann dengan manajemen klub jadi memburuk. Dan ketika Bundesliga menyisakan lima pertandingan lagi, manajemen memecat pria yang berkostum The Bavaria pada 1995 hingga 1997.

Pada sisa musim tersebut Bayern menunjuk Jupp Heynckes. Dan bersamanya pula performa tim mulai membaik hingga mampu merangsek ke urutan kedua di bawah Wolfsburg.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More