Nostalgia Hari Ini: Ketika Crvena Zvezda Taklukkan Eropa

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Crvena Zvezda, raksasa Serbia yang baru memecahkan rekor dunia. Musim ini perolehan poin mereka di Liga Serbia menembus 108 poin.

- Advertisement -

Dalam sejarah sepak bola dunia, itu jadi poin tertinggi yang dikumpulkan sebuah tim dalam semusim kompetisi. Di Serbia, Crvena Zvezda memang raja. Sudah lima musim beruntun mereka juara.

Sementara di Eropa, sudah hampir tak terdengar kedigdayaan klub yang punya nama lain, Red Star Belgrade, itu. Ada kalanya mereka menembus fase grup Liga Champions.

red star liverpoolfc
liverpoolfc.com

Akan tetapi, tidak jarang pula klub ibu kota Serbia hanya mentok di Liga Europa. Maklum saja, mereka kalah kelas dari klub-klub mapan Eropa daratan.

Sekali pun begitu, Crvena Zvezda tetaplah seperti klub sepak bola lain. Yang dalam sejarahnya selalu menghadirkan kejutan dan menggapai impian yang mungkin tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Bicara soal kejutan, ada kalanya klub yang kini diasuh Dejan Stankovic mengharumkan nama negara. Di pentas Eropa mereka menggebrak dan membuktikan diri bahwa klub Eropa Timur juga pernah naik singgasana.

Final Pertama dan Langsung Juara

Liga Champions 1990-1991 jadi puncak kejayaan Zvezda. Untuk pertama kalinya dalam sejarah klub mereka menembus final Liga Champions.

Partai final musim tersebut berlangsung tepat hari ini 30 tahun silam. Di stadion San Nicola, Italia, Crvena Zvezda menghadapi raksasa Prancis, Marseille.

Kandang Bari itu menghadirkan dua tim debutan. Ya, itu jadi final Liga Champions pertama untuk kedua klub.

Marseille lebih diuntungkan kala itu mengingat ada legenda sekaliber Abedi Pele, Eric Cantona, Jean Tigana, hingga Jean-Pierre Papin di sana. Sedangkan Red Star mengandalkan Robert Prosinecki, Darko Pancev, dan sang wonderkid, Sinisa Mihajlovic.

crvena zvezda vs marseille pinterest
pinterest

Duel dua tim kejutan berlangsung sengit. Tapi permainan hat-hati yang diterapkan tidak membuahkan gol hingga laga berakhir selama 90 menit.

Pada babak extra time, kedudukan tak kunjung berubah. Kendati tempo permainan meningkat, baik Red Star maupun Marseille tak mampu memberikan perbedaan.

Pemenang akhirnya harus ditentukan lewat adu penalti. Di sini pula mimpi raksasa Serbia terwujud. Lima penendang mereka, Robert Prosinecki, Dragisa Binic, Miodrag Belodedici, Sinisa Mihajlovic, dan Darko Pancev sukses mencetak gol.

Sedangkan satu dari empat eksekutor Marseille gagal. Tendangan Manuel Amoros berhasil diepis Stevan Stojanovic.

Menang 5-3, Crvena Zvezda juara Liga Champions untuk pertama kalinya. Dan hingga sekarang mereka jadi satu-satunya tim Serbia yang berhasil menaklukkan Eropa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img