Nostalgia Hari Ini: Pelatih Persibo Bojonegoro Datangi PSSI Usai Tuduhan Pengaturan Skor

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persibo Bojonegoro, Gusnul Yakin, akhirnya menyambangi PSSI usai dituduh soal pengaturan skor, 2 Oktober 2013 silam. Kala itu dia membela diri dari tuduhan yang dihadapkan kepadanya.

- Advertisement -

Tahun itu, Persibo memang jadi sorotan usai penampilan buruk di AFC Cup 2013. Hal itu saat mereka takluk delapan gol tanpa balas dari tim asal Hong Kong, Sunray Cave JC Sun dalam pertandingan yang digelar 9 April.

Gusnul Yakin sendiri disebut sebagai dalam dugaan pengaturan skor dalam partai itu. Dia disebut mengarahkan kepada pemainnya untuk berpura-pura cedera dan harus main seadanya saat melawan tim tersebut.

Nostalgia Hari Ini: Pelatih Persibo Bojonegoro Datangi PSSI Usai Tuduhan Pengaturan Skor
Antara

Nah, 2 Oktober pelatih Persibo Bojonegoro itu akhirnya langsung menyambangi PSSI di Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Aksi “jemput bola” tersebut ditempuh Gusnul lantaran sampai saat ini dia menjadi pengangguran karena tidak satu pun klub yang bersedia mengontraknya.

“Saya ingin bertanya kepada PSSI soal hukuman saya. Saya juga sekarang tak ada pekerjaan. Padahal, sepak bola adalah satu-satunya hal yang saya bisa,” kata Gusnul, 2 Oktober 2013.

Nostalgia Hari Ini: Pelatih Persibo Bojonegoro Datangi PSSI Usai Tuduhan Pengaturan Skor

Pelatih Persibo Bojonegoro Sempat Dihukum Berat

Mantan pelatih Arema itu memang sempat dijatuhi sanksi seumur hidup pada Juni lalu pascakejadian tersebut. Gusnul pun membantah dengan tuduhan mendalangi pengaturan skor Persibo saat itu.

Menurutnya, saat itu banyak pemainnya cedera karena memang situasi yang berat. Semuanya, kata dia, terlalu mepet bagi Persibo saat bertanding di Hong Kong. Para pemainnya pun berjatuhan di lapangan.

Nostalgia Hari Ini: Pelatih Persibo Bojonegoro Datangi PSSI Usai Tuduhan Pengaturan Skor
JIBI Photo/Solo Pos

“Kami baru sampai di Hong Kong pada pukul 08:00 pagi, dan langsung bertanding pada pukul 19:00. Kami berangkat pukul 16:00 dari Bojonegoro dan sampai (di Surabaya) malam. Lalu, pada pukul 01:00 berangkat dari Bandara Juanda ke Hong Kong,” papar dia.

Perjalanan yang melelahkan itu bikin fisik pemain Persibo Bojonegoro jelas berjatuhan. Bahkan, kata dia, ada pemain yang sempat sesak napas ketika bertanding.

“Bagaimana mungkin saya paksa ia bermain? Bisa-bisa justru terjadi hal seperti yang menimpa Sekou Camara (yang meninggal karena serangan jantung). Kalau terbukti, disanksi seumur hidup pun saya terima. Bahkan, dipenjara di Nusakambangan pun tidak masalah,” tutup Gusnul.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img