Nostalgia Hari Ini: Presiden Barcelona Jadi Korban Kekejian Jenderal Franco

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Barcelona lebih dari sekadar klub. Semboyan itu masih kokoh berdiri di tribun Camp Nou.

Dahulu, Mes Que un Club bukan sekadar kata penyemangat. Tapi juga simbol perlawanan orang-orang Barcelona terhadap kediktatoran pemerintah Spanyol.

- Advertisement -

Mereka melawan dua era kediktatoran Spanyol. mulai dari Primo de Rivera hingga Jenderal Franco. Pada masa-masa itu ada satu sosok tangguh bernama Josep Sunyol.

josep sunyol sociedadenoticies
sociedadenoticies

Asli Katalonia, Josep Sunyol tahu betul arti El Barca yang bukan cuma klub. Ini pula yang membuatnya terjun ke dunia sepak bola dan menjadi Dewan Direksi pada 1926.

- Advertisement -

Padahal dia tidak punya latar belakang sepak bola. Sunyol seorang aktivis, politisi, dan jurnalis sayap kiri. Dia juga pemilik media La Rambla yang terkenal di Barcelona tapi ditentang keras penguasa ibu kota.

La Rambla adalah bentuk perlawanan Sunyol terhadap kepemimpinan Primo de Rivera. Disaat pemerintah memonopoli banyak media untuk kepentingan sendiri, ia membuat La Rambla demi menunjukkan kebenaran akan kekejian sang diktator.

- Advertisement -

Tahun 1935 ia terpilih sebagai presiden Barcelona. Sayang, masa jabatannya tak bertahan lama. Beberapa bulan kemudian perang saudara pecah di Spanyol.

Celakanya, wilayah Katalonia jadi sasaran utama tentara nasionalis sayap kanan. Mereka membasmi penduduk Katalonia yang dicap pembangkang.

Josep Sunyol Ditembak dalam Perjalanan

Agustus 1936 Josep Sunyol berangkat ke Madrid. Ia ingin menemui koleganya sesama Republikan untuk mencari solusi gencatan senjata.

Sayang, perjalanannya pada 6 Agustus 1936 berujung petaka. Saat memasuki wilayah Sierra de Guadarrama, sebelah utara kota Madrid, Sunyol diciduk tentara nasionalis.

josep sunyol yomamen
yomamen

Sadar Josep Sunyol seorang yang kritis dan berhaluan kiri, tentara nasionalis Spanyol di bawah komando Jenderal Franco langsung mengeksekusinya. Ia ditembak mati sesaat setelah ditangkap.

Kekejian pasukan Jenderal Franco tak sampai di situ. Sentimen anti-katalonia terus berlanjut setelah kematian Josep Sunyol.

Jenderal Franco memerintahkan agar nama presiden Barcelona di batu nisannya ditulis dengan ejaan Castillian. Yakni Josep Sunol.

Katalonia bersedih. Sunyol akan terus dikenang sebagai martir bagi perjuangan rakyat Katalonia. Kematiannya hanya sebagaian kecil betapa kejinya Jenderal Franco terhadap wilayah tersebut.

https://www.youtube.com/watch?v=36YdKKFOADc
- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img