Nostalgia Hari Ini: SK Pembekuan PSSI Keluar, QNB League Berstatus Force Majeure

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – 2 Mei 2015 menjadi salah satu daftar sejarah buruk dalam kompetisi Indonesia. Sebab, kala itu Surat Keputusan (SK) pembekuan PSSI dari Kemenpora yang terbit bikin QNB League, nama kompetisi Indonesia, dihentikan dengan status force majeure.

- Advertisement -

2015 memang menjadi salah satu tahun kelabu buat sepak bola Indonesia. Diawali dengan keputusan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang meminta PSSI menunda dihelatnya kompetisi Indonesia karena sejumlah klub tak memenuhi syarat.

PSSI sebenarnya melunak. QNB League yang tadinya akan dihelat Februari, mundur sampai 4 April 2015. Namun, BOPI nyatanya tetap tak merestui Liga Indonesia. Mereka bisa saja memberikan izin liga diputar, asal Arema dan Persebaya tak diikutsertakan.

Nostalgia Hari Ini: SK Pembekuan PSSI Keluar, QNB League Berstatus Force Majeure

Ogah dengarkan BOPI, PSSI pun tetap menggelar liga pada 4 April dengan Arema dan Persebaya tetap diikutsertakan. Kemenpora lantas mengirim surat teguran. PSSI kembali menunda liga pada 9 April sampai Kongres Luar Biasa dihelat 18 April.

Sehari sebelum KLB memilih La Nyalla Mattalitti jadi Ketum, PSSI sudah dibekukan oleh Kemenpora. Hingga akhirnya pada Sabtu, 2 Mei 2015, Komite Eksekutif menggelar rapat membahas nasib QNB League di tengah pembekuan PSSI dari Kemenpora.

Status Force Majeure

Akhirnya, diputuskan kalau liga Indonesia resmi dihentikan dengan status force majeure. PSSI menganggap hal ini terpaksa dilakukan karena PSSI tak bisa menjalankan roda organisasi dan hadirnya pihak luar.

“Dengan kondisi yang dialami sepak bola saat ini, Exco PSSI memastikan kondisi sekarang dalam keadaan force majeure. Akibatnya tidak ada yang bisa dijalankan PSSI. Seluruh kompetisi di bawah PSSI pun karena ada pihak ketiga dinyatakan force majeure. Sekali lagi kami tegaskan force majeure di luar kehendak PSSI,” kata Waketum PSSI saat itu, Hinca Panjaitan.

CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono pun mengaku tak bisa berbuat banyak karena PSSI memutuskannya melalui rapat Exco. Status force majeure itu membuat semua kompetisi, dari QNB League, hingga Divisi Utama dihentikan.

“Keputusan sudah diambil PSSI. PSSI memutuskan menghentikan semua kompetisi. Dengan status itu, ISL dan Divisi Utama menurut regulasi kompetisinya dianggap tidak ada kompetisi. Keputusan dari PSSI pun akan dibahas dalam rapat Liga. Karena akan berhubungan dengan klub-klub kontestan sendiri,” kata Joko Driyono.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img