Nostalgia Hari Ini: Petualangan Baru Roberto Mancini di Turki

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 30 September, 8 tahun yang lalu, Roberto Mancini ditunjuk menjadi pelatih baru Galatasaray. Tapi, kariernya di Turki hanya berjalan singkat.

- Advertisement -

Mancini datang dengan status mantan juara Premier League dan Serie A. Tapi dia juga berstatus pelatih yang dipecat. Dia saat itu baru saja dipecat oleh Manchester City setahun setelah berhasil membawa mereka menjadi juara Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 44 tahun.

Namun dia juga dipecat hanya dua hari setelah mendapatkan kekalahan memalukan di final Piala FA dari Wigan. Mancini ditunjuk menjadi pelatih Galatasaray untuk menggantikan Fatih Terim yang menjadi pelatih timnas Turki.

Namun walaupun mendapatkan kontrak 3 tahun, Mancini memiliki karier yang singkat di Istanbul.

Nostalgia Hari Ini Petualangan Roberto Mancini di Turki (Zimbio)
Zimbio

Karier Roberto Mancini di Galatasaray

Mancini datang saat liga sudah berjalan, tepatnya 7 laga, 6 laga Super Lig dan 1 Liga Champions dan Galatasaray mendapatkan start yang buruk.

Mereka hanya menang 2 kali dari 7 laga itu dan mendapatkan kekalahan memalukan 6-1 dari Real Madrid di Liga Champions.

Mancini datang dan tantangan pertamanya adalah melawan Juventus di Liga Champions. Gala saat itu memiliki pemain-pemain top seperti Wesley Sneijder, Felipe Melo, Hamit Atlintop, Alex Telles, Burak Yilmaz dan Didier Drogba.

Laga debut Mancini sukses menahan Juve 2-2 di Juventus Arena. Namun dia harus kalah di Super Lig melawan Akhisar 2-1.

Tapi setelah itu, perjalanan Mancini menjadi pelatih Gala berjalan mulus. Itu termasuk kemenangan 1-0 melawan Juve di laga terakhir babak grup Liga Champions. Kemenangan itu membuat Gala lolos ke babak 16 besar dan Juve tersingkir.

Sayangnya, di babak 16 besar, Mancini harus takluk dari Chelsea-nya Jose Mourinho dengan aggregat 3-1. Di Super Lig, Mancini harus mengakui kedigdayaan rival klub, Fenerbahce.

Nostalgia Hari Ini Petualangan Roberto Mancini di Turki (The Independent)
The Independent

Dia gagal membawa Galatasaray juara dengan berada di posisi kedua, namun berjarak cukup jauh dengan Fenerbahce yang menjadi juara, tepatnya 9 poin.

Tapi, Mancini berhasil membawa timnya menjadi juara Piala Turki dengan mengalahkan Eskisehirspor 1-0 berkat gol Wesley Sneijder. Hasil itu membuat Mancini memiliki prestasi yang unik.

Dia selalu berhasil membawa tim yang dilatihnya menjadi juara di kompetisi Cup, Dia bisa membawa Fiorentina, Lazio dan Inter juara Coppa Italia dan berhasil membawa City juara Piala FA.

Namun, kariernya di Galatasaray hanya bertahan satu musim. Pada akhir musim, Mancini mengumumkan bahwa dia sepakat untuk memutus kontraknya dengan Galatasaray.

Alasan utamanya karena perbedaan pendapat soal keputusan transfer dan kondisi keuangan klub. “Ketika saya menerima jabatan pelatih, tujuan Gala (saat itu) berbeda,” kata Mancini.

Roberto Mancini akhirnya melanjutkan karier kepelatihannya dengan kembali ke Inter dan ke Zenit setelahnya. Namun keduanya tidak berjalan dengan sukses sampai akhirnya dia menerima pinangan timnas Italia.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img