Nostalgia Hari Ini: Saat Kuda Hitam Jadi Juara Liga Champions

BACA JUGA

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Saat Kuda Hitam Jadi Juara Liga Champions 4

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 26 Mei, 17 tahun yang lalu, FC Porto secara mengejutkan berhasil menjadi juara Liga Champions setelah mengalahkan AS Monaco. Ya, Porto saat itu dilatih oleh Jose Mourinho.

Di awal musim 2003-04, mungkin tak ada yang menyangka bahwa Porto dan AS Monaco bisa melaju ke babak final, walaupun Porto sendiri baru menjadi juara UEFA Cup di musim sebelumnya. Karena saat itu masih ada Real Madrid dengan Los Galacticos-nya. Ada Arsenal yang pada musim yang sama meraih Invincible. Belum lagi, Manchester United dan AC Milan.

- Advertisement -

Namun kedua klub yang sama-sama dilatih oleh pelatih muda, Jose Mourinho dan Didier Deschamps mampu menyingkirkan pesaing-pesaing beratnya itu. Monaco bisa menyingkirkan Real Madrid dan Porto bisa menyingkirkan Manchester United.

Jose Mourinho menjuarai Liga Champions bersama FC Porto pada 2003-04.
telegraph.co.uk

Jalannya Pertandingan

Laga final diadakan di Arena AufSchalke, Gelsenkirchen dengan jumlah penonton 53 ribu pada 26 Mei 2004. Walaupun keduanya kuda hitam, Porto lebih diunggulkan dari segi sejarah, mengingat mereka merupakan juara bertahan UEFA Cup dan pernah juara European Cup pada 1987. Sedangkan ini pertama kalinya Monaco bermain di final Liga Champions dan kedua kalinya di kompetisi Eropa setelah final Piala Winners 1992.

Tapi Monaco justru memulai laga dengan lebih baik. Sang kapten Ludovic Giuly memaksa Vitor Baia melakukan penyelamatan gemilang. Namun, Giuly harus diganti pada menit ke-22 karena menderita cedera.

Porto mencetak gol pada menit ke-38. Paulo Ferreira memberi umpan lambung ke kotak penalti dan bisa dikontrol oleh Carlos Alberto. Pemain asal Brasil itu langsung melepaskan tembakan masuk ke gawang Flavio Roma. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Kabar Terbaru Benni McCarthy, Andalan Jose Mourinho di Lini Serang Porto
The Scottish Sun

Pada babak kedua, Mourinho secara mengejutkan mengganti pencetak gol Alberto dengan Dmitri Alenichev di menit ke-55. Namun pergantian itu terbukti jitu. Pada menit ke-71, lewat serangan balik, Alenichev memberi umpan ke Deco dan dia berhasil memasukkan bola.

Lalu pada menit ke-75, lagi-lagi lewat serangan balik, Alenichev berhasil mendapatkan bola liar dan melepaskan tembakan voli ke gawang Roma. Laga akhirnya berakhir dengan skor 3-0 dan Porto meraih gelar Liga Champions keduanya.

Sampai artikel ini ditulis, Porto masih menjadi satu-satunya klub di luar top 4 league (Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga) yang bisa menjadi juara Liga Champions pada abad ke-21.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img