Nostalgia Hari Ini: Why Always Me?

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Pada hari ini, 23 Oktober, 10 tahun yang lalu, Manchester City berhasil membantai rival sekotanya, Manchester United, 6-1. Salah satu sorotan terbesar pada laga itu adalah selebrasi yang dilakukan penyerang City Mario Balotelli.

- Advertisement -

Balotelli menjadi tajuk utama media-media setelah melakukan selebrasi dengan membuka jersei-nya dan memperlihatkan kaus bertuliskan ‘Why Always Me’. Bagaimana cerita dibalik selebrasi ikonik itu?

Jalannya Laga

Nostalgia Hari Ini Selebrasi Ikonik Mario Balotelli (Sky Sports)
Sky Sports

Bertandang ke Old Trafford, City datang dengan kepercayaan penuh tinggi setelah meraih 8 menang dan 1 imbang di 9 laga Premier League.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 lewat Balotelli setelah menerima umpan dari James Milner. Dia melakukan selebrasi khasnya dengan gaya dingin sembari menunjukkan tulisan ‘Why Always Me’ dari balik kostumnya.

- Advertisement -

Pada babak kedua, dia membuat Johnny Evans terkena kartu merah pada awal babak dan mencetak gol kedua setelah kembali menerima umpan dari Milner.

The Cityzens kembali mencetak gol lewat Sergio Aguero, David Silva, dan brace dari Edin Dzeko, sedangkan United hanya bisa membalas lewat Daren Fletcher.

- Advertisement -

Kekalahan telak 6-1 ini menjadi yang pertama bagi United kebobolan enam gol sekaligus di kandang sejak 1930 kala dihajar Huddersfield 6-0 dan Newcastle United 7-4. Ini juga merupakan kekalahan kandang terburuk bagi pelatih Sir Alex Ferguson dalam kariernya.

Kisah Dibalik Kaus ‘Why Always Me?’ Mario Balotelli

Nostalgia Hari Ini Selebrasi Ikonik Mario Balotelli (Sky Sports)
Sky Sports

Mario Balotelli berbicara beberapa hari setelah laga soal kaus yang dikenakannya itu. Super Mario tak menjelaskan secara rinci apa makna di balik kata ‘Why Always Me’ itu.

Namun dia berterima kasih kepada Les Chapman yang akrab disapa Chappy, staf City yang mengurus perlengkapan kaus yang mau membuat kaus itu untuknya sebelum laga.

“Saya mengenakan itu dengan banyak alasan, namun saya meninggalkannya kepada semua orang untuk mengartikannya, saya yakin mereka akan bisa paham maksud tulisan itu,” ujarnya.

“Chappy membuatkan kaus itu untuk saya, saya memberikan kalimat itu dan dia mencetaknya, Chappy adalah orang baik, salah satu yang terbaik dalam tugasnya.”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img