Oleg Blokhin, Legenda Kiev yang Patahkan Dominasi Cruyff dan Beckenbauer

Football5star.com, Indonesia – Saat Ukraina masih dalam kekuasaan Uni Soviet, muncul beberapa nama hebat dari lapangan hijau. Salah satunya yang cukup menonjol adalah Oleg Blokhin. Salah satu yang membuat Blokhin menarik perhatian ialah kecepatannya berlari di lapangan hijau.

Malah ia dianggap lebih cepat dibanding pelari legendaris Uni Soviet perah medali emas Olimpiade, Valeriy Borzov. Sebenarnya tidak terlalu mengherankan jika Blokhin memiliki kecepatan berlari. Ia memiliki DNA pelari, ayahnya adalah veteran Perang Dunia II dan sempat menjadi atlet lari. Selain itu, ibunya, Yekaterina Adamenko merupakan atlet pentathlon dan lompat jauh.

“Saya tidak pernah memanjakan Oleg. Saya bangun jam 7 pagi dan langsung membangunkannya. Oleg saya suruh berlari untuk ke sekolah. Kami pikir dia pasti punya kecepatan. Ibunya pelari cepat dan kecepatan dalam dirinya harus dikembangkan agar tidak padam.” ucap ayah Blokhin, Vladimir Blokhin seperti dikutip Football5star.com dari sports.ru, Selasa (8/12/2020).

Oleg Blokhin, Legenda Kiev yang Patahkan Dominasi Cruyff dan Beckenbauer2

Yang menarik, Vladimir tidak hanya mengasah fisik sang anak. Ia mengatakan memiliki program tersendiri untuk Blokhin. Vladimir membuat program latihan sendiri dengan menggabungkan teknik olahraga dan fisika.

Memiliki orang tua yang berlatar belakang atlet dan veteran perang dunia II membuat kehidupan muda Oleg tak seperti banyak pemuda pada umumnya. Di tambah saat tumbuh menjadi dewasa, kondisi politik di Ukraina, Uni Soviet pada umumnya sangat menyeramkan. “Kami hidup di rezim yang brutal,” ucap sang ayah.

Tak ingin anaknya yang memiliki DNA olahragawan, Vladimir terus mengawasi setiap gerak gerik Blokhin. Saat Blokhin masuk ke tim junor Dynamo, Vladimir meminta pelatih Mikhail Koman untuk tidak memberikan anaknya gaji. Saat itu usia Blokhin 14 tahun.

Kedua orang Blokhin bahkan tidak memberikan izin untuk anaknya itu berkencan dengan teman wanita. Blokhin baru diperbolehkan bisa dekat dengan teman wanita pada usia 18 tahun. Kedua orang tuanya memang menginginkan Blokhin jadi atlet super.

Tempaan orang tuanya berbuah hasil. Blokhin pernah tercatat mampu berlari 30 meter dalam waktu 3,7 detik. Di jarak 60 meter, ia berlari hanya dalam waktu 7 detik. Dan pada usia 16 tahun, ia berlari di jarak 100 meter hanya dalam waktu 11 detik.

Anak Emas Valeriy Lobanovskyi

Penampilan Blokhin di tim junior Dynamo Kiev mengundang decak kagum banyak pihak. Blokhin tercatat menimba ilmu di tim junior Dynama dari 1962 hingga 1969. Pada periode akhirnya di tim junior, Dynamo memiliki mesin gol bernama Valeriy Lobanovskyi. Kelak di kemudian hari, Blokhin bakal menjadi anak emas bagi Lobanovskyi.

Saat Lobanovskyi berhenti jadi pesepak bola pada 1968, Blokhin baru satu tahun berada di tim junior Bilo-Syni. Lobanovskyi kemudian melanjutkan kariernya sebagai pelatih di Dnipro Dnipropetrovsk. Blokhin pada periode Lobanovskyi melatih mulai menyita perhatian publik sepak bola Ukraina.

Oleg Blokhin, Legenda Kiev yang Patahkan Dominasi Cruyff dan Beckenbauer4

Di kompetisi lokal 1972, Blokhin menorehkan 14 gol. Jumlah golnya bertambah 4 satu tahun kemudian. Akhir 1973, Lobanovskyi ditunjuk menjadi pelatih Dynamo. Blokhin bertemu dengan pemain pujaanya.

Di tahun pertama Lobanovskyi melatih, Blokhin tercatat menorehkan 28 gol di semua kompetisi. Gelar top skorer sukses diraih Blokhin pada musim itu serta membawa Dynamo juara Liga Uni Soviet.

Lobanovskyi tidak hanya memiliki Blokhin di lini depan namun juga Igor Belanov. Bagi fan Dynamo, keduanya adalah pasangan roket. Keduanya sama-sama memiliki kecepatan berlari yang luar biasa. Menariknya, Lobanovskyi memiliki cara ampuh agar keduanya tidak cepat dimatikan pemain lawan.

Lobanovskyi menyebut bahwa kedua pemainnya tersebut tidak pernah ia plot sebagai striker murni, meski dirinya mengusung formasi 4-4-2. “Kami tidak memiliki penyerang. Yang ada hanyalah 10 pemain yang tampil menyerang,” ucap Lobanovskyi.

Oleg Blokhin dan Belanov di-plot sebagai penyerang palsu oleh Lobanovskyi. Di sejumlah laga, keduanya mendapat instruksi dari Lobanovskyi untuk bermain sebagai seorang winger. Keduanya memang menjadi andalan Dynamo meraih kejayaan di era 70 hingga 80-an.

Keduanya pun mampu meraih gelar bergengsi individu seperti Ballon d’Or. Blokhin meraihnya pada 1976, sedangkan Belanov pada 1986. Gelar Ballon d’Or yang diraih Oleg Blokhin pada 1976 terasa spesial karena ia mampu mematahkan dominasi dua legenda Eropa Barat, Johan Cruyff dan Franz Beckenbauer.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More