Pengaruh Bahasa Asing di Penamaan Klub Liga Jepang

BACA JUGA

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – “What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.” begitu kutipan yang mendunia dari seorang penulis asal Inggris William Shakespeare. Tapi tidak semua orang setuju dengan pernyataan Shakespare. Nama menjadi penting bagi banyak orang termasuk untuk klub sepak bola.

Di Indonesia, banyak klub sepak bola yang namanya dicampur dengan kata atau frasa bahasa Inggris. Frasa bahasa Inggris yang sangat sering dilekatkan dengan klub sepak bola Indonesia adalah football club (FC) serta United.

Klub J League
Japantimes.co.jp
- Advertisement -

Sebenarnya klub sepak bola Indonesia di era Perserikatan dan Galatama lebih banyak menggunakan akronim untuk penamaan. Frasa persatuan sepak bola dan persatuan sepak bola Indonesia yang digunakan.

Fenomena ini memang jadi hal lumrah di klub sepak bola Asia. Tidak hanya Indonesia, di Malaysia pun penggunaan frasa bahasa Inggris juga kita temui. Selain frasa FC yang sering digunakan , ada juga frasa football association (FA) seperti Kelantan FA dan Pahang FA.

Tidak hanya di Indonesia dan Malaysia, penamaan klub di Liga Jepang juga terpengaruh dari bahasa Asing. Bedanya jika Indonesia dan Malaysia lebih banyak dipengaruhi bahasa Inggris, di Jepang justru lebih beragam.

Penulis buku Fotbollens Heraldik, Leonard Jagerskiold Nilsson menyebut bahwa frasa dari bahasa Inggris, Italia, hingga Latin memiliki pengaruh kuat penamaan klub di Liga Jepang.

Menurut Leonard, penamaan klub di J League tidak hanya mengambil akronim seperti di klub Liga Indonesia. “Penggunaan frasa asing untuk klub pada faktanya dilatar belakangi tradisi dan sejarah tempat klub itu berdiri,” kata Leonard, Kamis (7/11/2019).

Frasa asing di klub Jepang

Kashima Antlers misalnya. Penamaan pada klub ini tidak lepas dari sejarah yang menyebut bahwa kawasan tempat klub ini bermarkas, dahulu acapkali disebut sebagai ‘pulau rusa’. Kata Antlers dalam bahasa Inggris memiliki pengertian tanduk rusa dalam bahasa Indonesia.

Ada juga Kawasaki Frontale yang cukup menarik jika dilihat dari penamaan klub. Klub yang berdiri pada 1955 silam, mengambil frasa bahasa Italia, frontale. Namun justru klub ini sangat terinspirasi dari klub Brasil, Gremio. Hal itu bisa dilihat dari jersey dan logo klub.

Selain Kawasaki Frontale, Gamba Osaka pun mengambil frasa bahasa Italia. Gamba berasal dari bahasa Italia yang berarti kaki. Di Jepang, ada juga kata Ganbaru yang memiliki arti berdiri teguh.

Tidak hanya frasa bahasa Inggris dan Italia, klub J League lain juga mengambil frasa bahasa Spanyol yakni Yokohama Flugels Marinos. Marinos dalam bahasa Indonesia berarti pelaut.

Hal ini tak lepas dari kondisi geografis Yokohama sebagai kota pelabuhan. Sedangkan Flugels merupakan frasa bahasa Jerman yang dalam bahasa Indonesia berarti sayap.

Sedangkan Jubilo Iwata mengambil frasa dari bahasa Portugis. Jubilo berasal dari bahasa Portugis dan memiliki arti kegembiraan dalam bahasa Indonesia.

Tidak hanya mengambil frasa dari bahasa asing. Klub Liga Jepang lain juga menggunakan portmanteu untuk penamaan. Klub Hiroshima Sanfrecce adalah contohnya. Kata Sanfrecce adalah portmanteu dari kata Jepang San yang berarti tiga dan Fracce miliki arti anak panah.

Sekedar informasi, portmanteu adalah kata baru yang terbentuk dari hasil penggabungan dua atau lebih kata atau bagian kata sehingga dihasilkan arti gabungan dari dua kata pembentuknya.

Bahkan ada klub Liga Jepang yang penamaannya berasal dari frasa Sansekerta yakni Kyoto Sanga. Sanga memiliki arti grup atau tim. Kata Sanga juga ditemui pada kitab suci agama Budha dan Kyoto merupakan kota di Jepang yang memegang teguh tradisi Budha dalam keseharian masyarakatnya.

- Advertisement -

You Might also like

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img