Pengelola TV Kabel Jadi Tersangka karena Fasilitasi Siaran Langsung Bola Ilegal

Pengelola TV Kabel Jadi Tersangka karena Fasilitasi Siaran Langsung Bola Ilegal 3

Football5Star.com, Indonesia – Lagi, gara-gara menyediakan siaran sepak bola secara ilegal, pengelola TV kabel lokal jadi tersangka. Hal itu karena para tersangka berinisial LB, BKV dan HE melakukan tindak pidana pelanggaran hak cipta atas tayangan MOLA Content & Channels.

Penyedia situs streaming siaran bola ilegal memang beberapa kali dicokok oleh kepolisian. Baru-baru ini, pengelola TV kabel di Kalimantan Timur kembali diamankan. Hal itu karena MOLA Content & Channels selaku pemegang hak siar membuat laporan.

Uba Rialin, selaku Tim kuasa hukum MOLA TV menerangkan, upaya hukum terpaksa diambil. Hal itu setelah pihaknya sudah memberikan peringatan berulang kali soal streaming ilegal.

Gara-Gara Streaming sepak Bola Ilegal Berujung Penjara

“Langkah ini sebagai bukti kalau kita harus berjuang dengan tindakan nyata khususnya terkait kasus pelanggaran Hak Cipta atas tayangan yang dimiliki secara sah ini,” ungkap Uba Rialin

Atas perbuatannya tersebut, Tersangka kini diancam dengan ancaman pidana maksimal hingga 10 tahun penjara. Tak cuma itu, mereka juga terancam denda Rp4 miliar karena melanggar Pasal 118 jo. Pasal 25 Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini karena kami sudah berusaha bersikap persuasif. Sebelum memulai proses hukum atas kasus dugaan pelanggaran tertentu kami selalu melakukan pendekatan secara persuasif. Bahkan kami selalu membuka pintu untuk dialog dan kerja sama kepada penyedia streaming bola ilegal,” papar dia.

Ditegaskan oleh Uba Rialin, seluruh tayangan MOLA Content & Channels harus memiliki izin tertulis. Jadi, apapun bentuk streaming siaran bola pertandingan tanpa izin MOLA TV jelas dianggap ilegal.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More