[ANALISIS] Pertahanan Buruk, Berapa Kans Juventus Juara Serie A?

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Melihat Juventus di Serie A musim ini, para pencinta sepak bola pastilah bertanya-tanya. Ada yang sangat berbeda pada I Bianconeri musim ini sehingga tampak seperti bukan lagi Juventus yang dikenal selama ini. Pertahanan buruk, mentalitas pemenang pun tak menonjol.

Musim ini, setelah 6 giornata dilalui, termasuk salah satu yang terburuk dalam sejarah I Bianconeri. Mereka memang memenangi 2 laga terakhir, tapi belum mampu clean sheet. Kali terakhir mereka tak clean sheet dalam 6 laga awal Serie A adalah pada 1942-43 alias hampir 7 dekade silam!

- Advertisement -

Massimiliano Allegri, allenatore I Bianconeri berdalih, memang susah clean sheet pada sepak bola zaman sekarang. Faktanya, Juventus tidak sendiri. Ada 7 tim lain di Serie A yang juga belum merasakan tak kebobolan. Mereka adalah Salernitana, Cagliari, Venezia, Spezia, Genoa, Verona, dan sang peringkat ke-6, Lazio.

Juventus sudah kebobolan 10 gol dan tak clean sheet pada 6 giornata awal Serie A musim ini.
Getty Images

Meskipun demikian, tetap saja itu menunjukkan perubahan besar yang terjadi pada I Bianconeri musim ini. Lagi pula, tetap ada tim yang begitu mudahnya mencegah lawan tak mencetak gol. Ia adalah sang capolista, Napoli. Tim asuhan Luciano Spalletti mampu 4 kali clean sheet, 3 di antaranya dalam 3 laga terakhir.

Tak hanya itu, gawang I Bianconeri juga sudah kebobolan 10 gol. Dalam lebih dari 3 dekade terakhir, ini adalah kali pertama mereka kebobolan 2 digit gol saat kompetisi baru berjalan 6 pekan. Kali terakhir hal tersebut dialami pada 1988-89. Ketika itu, anak-anak asuh Dino Zoff kebobolan 11 gol.

Kans Juventus Nyaris Tak Ada Lagi

Pertanyaan yang muncul sekarang, dengan pertahanan buruk itu, seberapa besar kans Juventus juara Serie A 2021-22? Menilik musim 1942-43 dan 1988-89, jawabannya sangat mutlak: I Bianconeri sama sekali tak punya kans juara. Pada 1942-43, mereka hanya finis di posisi ke-3, sedangkan pada 1988-89 finis di peringkat ke-4.

Jika menilik para pemuncak klasemen akhir musim, termasuk saat gelar juara milik I Bianconeri lantas dicopot karena kasus Calciopoli, kans juga sangat kecil. Sejak sistem 3 poin untuk kemenangan diberlakukan pada 1994-95, tak ada pemuncak klasemen akhir musim tanpa membukukan clean sheet pada 6 giornata awal. Dari 27 tim, bahkan hanya 5 yang membukukan 1 clean sheet.

Inter Milan pada musim lalu adalah satu-satunya juara yang kebobolan 10 gol dalam 6 laga awal sejak musim 1994-95.
tuttomercatoweb.com

Lalu, hanya sekali peraih Scudetto kebobolan 10 gol pada 6 pekan awal. Itu adalah Inter Milan pada musim lalu. Artinya, kans I Bianconeri untuk juara pada musim ini hanya 3,70%. Selebihnya, mayoritas kebobolan di bawah 5 gol. Ada 16 tim yang memuncaki classifica akhir musim dengan kebobolan 1-4 gol pada giornata ke-6.

Satu-satunya modal yang cukup baik bagi Juventus untuk juara Serie A musim ini adalah koleksi 10 gol dalam 6 giornata awal. Pasalnya, 21 dari 27 pemuncak klasemen akhir musim memang bermodal 2 digit gol setelah menjalani 6 laga awal. Artinya, kans juara mencapai 77,8%.

Akan tetapi, kembali lagi, telah 10 kali kebobolan kembali memperkecil kans Juventus. Sejak 1994-95, hanya sekali pemuncak klasemen akhir musim bermodal selisih gol 0 atau malah minus pada 6 pekan awal. Satu-satunya anomali itu adalah I Bianconeri pada 2015-16. Ketika itu, mereka bermodal selisih gol 6-7 setelah menjalani 6 laga.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img