Pertama Datang ke Indonesia, Robert Alberts Berpikir Akan Latih Persija

BACA JUGA

gamespool
Pertama Datang ke Indonesia, Robert Alberts Berpikir Akan Latih Persija 3

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts mengawali karier kepelatihannya di Arema Malang pada 2009. Menariknya, pelatih asal Belanda itu mengaku bahwa pertama mendapat tawaran melatih di klub Indnonesia, ia berpikir akan melatih Persija.

Dikutip Football5star.com dari Voetbalzone.nl, Minggu (31/1/2021) Roberts terpaksa harus meninggalkan klub Malaysia, Sarawak FC karena masalah keuangan. Ia pun mendapat tawaran untuk melatih klub Indonesia dari seorang kawan. Roberts berasumsi ia akan melatih Persija.

Pertama Datang ke Indonesia, Robert Alberts Berpikir Akan Latih Persija
- Advertisement -

“Tapi sesampainya di sana, saya disuruh ke Malang. Saya kaget dan sedikit terkejut. Bukankah saya akan pergi ke Persija? Saya mengatakan itu kepada kawan saya. Tidak katanya, Arema membutuhkan seorang pelatih,” kata Roberts.

“Ya kontraknya akhirnya didapatkan dan mereka membutukan saya karena mereka tidak memiliki pelatih dan tim berjalan dengan buruk. Saya tidak tahu apa-apa tentang klub, tapi saya menerimanya. Lagipula saya tidak punya pekerjaan di Malaysia,” tambahnya.

- Advertisement -

Menurut Roberts, pindah ke Indonesia dan merintis karier sebagai pelatih tidak terlalu mengagetkan baginya. Roberts bahkan mengaku seperti memiliki hubungan dengan Indonesia.

“Saya pernah bermain sepak bola dengan Simon Tahamata di Ajax dan beberapa kali cerita tentang sepak bola Indonesia. Ayah dan kakek saya tinggal di Indonesia dan kami memiliki beberapa barang di rumah mereka. Ada semacam hubungan dengan Indonesia di darah saya,” ungkap Roberts.

- Advertisement -

“Semua orang yang tinggal di sini untuk sepak bola, untuk klub dari kota tempat meeka tinggal. Anda akan setuju dengan itu,”

Diakui Robert Alberts, di Indonesia dirinya cukup dikenal. Ia pun sangat bersyukur bisa berkarier sebagai pelatih di Liga Indonesia.

“Dunia tidak mengenalku, tapi di sinilah aku merasa banyak yang mengenal. Anda akan terbiasa dengan itu. Ketika saya akan makan, pasti ada orang yang ingin berfoto dan Anda tidak boleh kasar untuk menolaknya,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img