Pietro Vierchowod: Massimiliano Allegri Tak Baca Sejarah!

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Juventus tertatih-tatih di Serie A musim ini. Di bawah asuhan Massimiliano Allegri yang sempat memberikan 5 Scudetti, mereka hanya meraih 5 poin dari 5 giornata awal. Hal itu terbilang mengejutkan. Namun, tidak demikian bagi Pietro Vierchowod.

Vierchowood sama sekali tak terkejut melihat keterpurukan Juventus. Dia terang-terangan menyebut hal itu terjadi karena kebodohan Allegri yang mau kembali menangani I Bianconeri setelah didepak pada akhir musim 2018-19. Menurut dia, pelatih berumur 54 tahun itu seharusnya membaca sejarah.

Pietro Vierchowod menyebut Massimiliano Allegri telah berlaku bodoh dengan kembali ke Juventus.
romagiallorossa.it
- Advertisement -

“Setelah sukses, kembali ke tim yang sudah kehilangan para pemain terbaik dan harus membangun ulang segalanya adalah sebuah kesalahan,” urai Pietro Vierchowod seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb. “Orang-orang berharap yang terbaik dan Anda sudah memberikan itu sebelumnya.”

Eks pemain Juventus pada 1995-96 itu menambahkan, “Kuda-kuda yang kembali tidak pernah berhasil. Anda harus membangun tim dengan membuat paduan tepat antara para juara dan pemain-pemain muda. Gagal melakukan itu, Anda tak akan ke mana-mana.”

Pietro Vierchowod Soroti Lini Tengah Juventus

Secara khusus, Pietro Vierchowod menilai kegagalan Juventus menjalani start bagus pada musim ini bukan semata karena pertahanan yang buruk. Dia justru tak ragu menyebut lini tengah sebagai masalah utama I Bianconeri sehingga hanya merebut 5 poin pada 5 laga awal.

“Saya harus katakan, mereka kebobolan terlalu banyak gol. Namun, itu bukan melulu kesalahan lini belakang, melainkan juga lini tengah yang tak punya pemain cakap untuk memfilter serangan lawan. Sialnya, mereka juga tak membantu serangan,” ujar Vierchowod secara blak-blakan.

Pemain-pemain lini tengah Juventus dianggap Pietro Vierchowod tak mampu menjalankan tugas dengan baik.
Getty Images

Masalah lain Juventus menurut Vierchowod adalah ketiadaan pemain muda istimewa. Di skuat asuhan Massimiliano Allegri memang ada beberapa pemain muda potensial. Namun, di matanya, tak ada yang betul-betul bisa jadi nyawa tim karena performa yang masih labil.

“(Matthijs) De Ligt agak berkembang. Para pemain muda lain? (Manuel) Locatelli untuk saat ini sudah mengerjakan PR-nya. Rabiot bukan seorang fenomena dan tak bisa menjadi pembeda. Sama halnya dengan (Weston) McKennie. (Federico) Chiesa? Dia bisa membuat perbedaan, tapi lebih suka bermain sendiri,” kata pria berumur 62 tahun itu lagi.

Lalu, bagaimana dengan kepergian Cristiano Ronaldo saat kompetisi sudah bergulir? Pietro Vierchowod tak menutup mata terhadap hal itu. Meskipun kerap dituding sebagai masalah di Juventus, kontribusi CR7 tetap diakui Vierchowod. “Kehilangan Ronaldo? Iya. Dia mampu membuat keberadaanya dirasakan dan bisa menyelesaikan banyak masalah,” ucap dia.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img