Kata PSI Soal Identitas Penjual Dawet di Stadion Kanjuruhan

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Misteri di balik kesaksian seorang ibu penjual dawet yang menyaksikan tragedi Kanjuruhan akhirnya terungkap. Sang penjual dawet ternyata merupakan tokoh fiksi yang diciptakan oleh anggota DPRD Kabupaten Malang untuk menyetir opini publik.

Belakangan, sang anggota DPRD Kabupaten Malang tersebut disebut memiliki afiliasi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI pun langsung mengeluarkan pernyataan dan mengatakan bahwa sang anggota DPRD sudah tidak terafiliasi dengan partai ssemenjak Juni 2020.

Partai Solidaritas Indonesia - Tragedi Kanjuruhan - Penjual Dawet Stadion Kanjuruhan - @AremaniaCulture
twitter.com/AremaniaCulture
- Advertisement -

“Ibu tersebut sudah bukan pengurus PSI sejak 22 Juni 2020. Kami sedang mengecek di sistem keanggotaan PSI. Jika benar masih tercatat, kami segera pecat!,” tulis pernyataan PSI dilansir Football5Star dari laman Twitter resmi partai.

“Sejak awal, PSI mendukung pengusutan tuntas hilangnya ratusan nyawa dalam Tragedi Kanjuruhan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diberi sanksi. #UsutTuntasTragediKanjuruhan.”

PENJUAL DAWET TRAGEDI KANJURUHAN TELAH MEMINTA MAAF
- Advertisement -

Identitas si penjual dawet fiktif terungkap ke hadapan publik berkat sebuah video yang diunggah akun Twitter @AremaniaCulture. Video tersebut diunggah pada Rabu (12/10) siang WIB.

Dalam video tersebut, sang anggota dewan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada salah satu anggota keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Si anggota dewan lalu terlihat menangis dan bersimpuh di hadapan keluarga korban.

- Advertisement -

Sebelum identitasnya terkuak, sosok penjual dawet di pintu 3 Stadion Kanjuruhan yang menyaksikan tragedi Kanjuruhan memang menuai banyak kontroversi. Pasalnya, ia menyudutkan suporter Arema FC karena melakukan aksi pengroyokan kepada anggota kepolisian.

Lantas, para suporter pun langsung melakukan penyelidikan. Mereka tidak menemui adanya warung dawet di pintu tiga Stadion Kanjuruhan. Selain itu, banyak orang juga yang menilai menjual es dawet di malam hari merupakan sebuah hal yang tidak masuk akal.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img