PSIS Semarang Soal Diklaim Langgar Regulasi: Carane Piye?

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – PSIS Semarang akhirnya klarifikasi soal dugaan melanggar regulasi saat melawan Persija Jakarta, 12 September lalu. Mereka menyebut kalau sebenarnya kesalahan bukan pada tim pelatih, melainkan ofisial pertandingan.

- Advertisement -

Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI memang sempat menggelar investigasi soal laga PSIS vs Persija, di Indomilk Arena. Investigasi tersebut berkaitan soal adanya dugaan pelanggaran regulasi Pasal 10.

Komdis PSSI Tak Lihat Adanya Kesalahan di Laga PSIS vs Persija

PSIS dianggap melebihi aturan pergantian pemain saat itu. Nah kondisi itu membuat bos Mahesa Jenar, Yoyok SUkawi akhirnya menjelaskan secara detail.

“Formulir pergantian yang dikasih ke klub cuma tiga kertasnya. Kok bisa 4 kali carana piye? Sekarang ramai pada bilang 4 kali. Jadi pergantian pertama betul. Pakai kertas yang pertama,” ungkap Yoyok Sukawi saat dihubungi awak media.

PSSI Investigasi Laga PSIS Semarang vs Persija Jakarta
Soccerway

“Kertas kedua memohon dua pergantian bareng. Isinya Jonathan Cantillana dan Andreas Ado. Dua pemain ini sudah berdiri di depan wasit cadangan. Tapi disuruh balik satu sama wasit cadangan. Katanya ‘Satu saja, yang satu nanti.’ Kita sudah bicara, di form kita melakukan dua pergantian. ‘Iya gapapa.’ Katanya begitu.Soalnya papan pergantian pemain itu cuma satu,” sambung dia.

PSIS Semarang Tak Salah

Yoyok menyebut kalau timnya sama sekali tak salah dalam situasi ini. JUstru yang keliru ialah pengawas pertandingan. Karena sebetulnya mereka memang ingin mengganti pemain bersamaan.

Komdis PSSI Tak Lihat Adanya Kesalahan di Laga PSIS vs Persija

“Yang terakhir kami ganti pemain lagi satu, pakai kertas yang ketiga. Kita nyalahin regulasi tidak? Kesimpulannya kalau sesuai regulasi maksimal 3, yang jadi masalah kan pas ganti dua, kok terlihat satu-satu? Harusnya ganti dua itu sekaligus,” papar dia.

“Itu berarti yang wasit cadangan atau keempat. Wasit keempat itu salah, yang ada di situ salah, dan juga pengawas pertandingan salah. Tapi di media sosial bunyinya PSIS melanggar regulasi,” jelas Yoyok.

Yoyok tak memungkiri, kondisi ini bisa saja memengaruhi tim yang sebenarnya tengah dalam perfora apik. “Saya bilang kepada anak-anak, jangan komentar, hati-hati komentarnya. Setiap klub pasti dapat form pergantian tiga. Tidak pernah kami dapat lebih dari tiga. Tidak mungkin,” tutup dia.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img