Robert Alberts Heran Pertandingan Dihentikan Gara-Gara Suporter Nyalakan Flare

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengaku heran saat suporter menyalakan flare tetapi pertandingan dihentikan. Sebab, di Eropa pertandingan tetap dilanjut saat ada kejadian serupa.

Seperti diketahui, dalam laga melawan Bali United, 12 Juni lalu para suporter Maung Bandung seperti merayakan kembali ke stadion. Mereka merayakannya dengan menyalakan suar, cerawat, dan petasan untuk melepas rasa rindu setelah dua tahun terakhir cuma saksikan tim kebanggaannya via layar kaca.

Robert Albert Heran, Suporter Nyalakan Flare tapi Pertandingan Dihentikan
Adam Husein/Republik Bobotoh
- Advertisement -

Akan tetapi, saat menyalakan suar tersebut, pertandingan malah dihentikan. Padahal, menurut Robert Alberts, aksi para suporter tersebut sama sekali tak mengganggu jalannya laga.

“Seperti ini, menurut opini pribadi saya, suporter Indonesia sudah lebih dari dua tahun tidak berada di stadion. Kami tahu bagaimana suporter di Indonesia itu sangat fanatik terhadap klubnya dan sepakbola Indonesia itu sendiri,” ungkap Robert Alberts dikutip Republik Bobotoh.

Robert Albert Heran, Suporter Nyalakan Flare tapi Pertandingan Dihentikan
- Advertisement -

“Jika melihat di Eropa, banyak pertandingan di sana yang menyalakan flare. Tapi kalian jarang melihat pertandingan di sana dihentikan. Selama tidak membahayakan, pertandingan tetap berjalan dan saya rasa kami harus berpikir sama. Selama mereka tidak membuat situasi berbahaya, sebaiknya ada toleransi dan pengertian dari situasi seperti itu,” sambung pelatih Persib asal Belanda itu.

Robert Alberts Setuju Laga Dihentikan Kalau Berbahaya

Sambung dia, beda cerita ketika suar atau flare tersebut mengganggu pertandingan. Mulai dari asap yang menghalangi penglihatan hingga ganggu napas pemain di atas lapangan.

Bali United Juara, Robert Alberts Sayangkan Hal Ini (persib.co.id)
persib.co.id
- Advertisement -

“Jika membuat situasi jadi berbahaya tentunya itu berbeda, tidak ada yang berbahaya. Sekali lagi, ini tentang saling pengertian dari permainan dan pemahaman terhadap situasi. Tapi mereka mempunyai aturan dan kami harus mengikuti peraturannya. Orang-orang harus menerima aturan tersebut,” tutup Robert Alberts.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img