Ronny Wabia, Kenangan Manis Piala Asia 1996 dan Melegenda di Tanah Papua

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Ronny Wabia, nama itu tampaknya tak asih buat publik sepak bola Indonesia dan masyarakat Papua, khususnya. Dia seakan lahir dengan diberkati bakat hebat dengan kaki kiri yang menakutkan sebagai pesepak bola.

Nama Ronny sendiri mulai dikenal usai lulus dari PPLP Papua bersama Aples Tecuari, Chris Yarangga hingga Ritham Madubun. Bahkan, dia sukses membawa harum nama Papua di Indonesia usai membawa timnya juarai PON 1993 silam.

- Advertisement -

Bakat Ronny pun dicium oleh Persipura Jayapura setahun berselang. Dia lantas diikutsertakan dalam skuat yang berhasil promosi ke Divisi Utama saat itu. Ternyata, penampilan sosok kelahiran 23 Juni 1970 itu terus melesat. Ronny lantas menjadi tulang punggung Mutiara Hitam yang melaju hingga semifinal Liga Indonesia 1995-1996, pencapaian tertinggi bagi tim kala itu.

Sayangnya memang, di semifinal Persipura kala itu harus mengakui kemenangan PSM Makassar yang menang 4-3. Namun begitu, meski gagal mengantarkan Mutiara Hitam ke partai puncak, Ronny Wabia tetap bisa tersenyum sebab dirinya kala itu dinobatkan menjadi pemain terbaik Liga Indonesia edisi kedua.

- Advertisement -

“Waktu itu saya tak meyangka. Saya merasa banyak kekurangan, tapi semua itu anugerah dari Tuhan. Saat itu, saya ingin buktikan kepada masyarakat yang ragu,” ungkap Ronny Wabia saat diwawancarai ANTV.

Ronny Wabia, Kenangan Manis Piala Asia 1996 dan Melegenda di Tanah Papua
Papua Goal WordPress

Penampilan istimewanya itu jelas mengantarkan Ronny Wabia dipanggil ke timnas Indonesia. Dia kala itu dipanggil oleh pelatih Danurwindo ke skuat yang dipersiapkan ke Piala Asia 1996.

Ronny Wabia Bentuk Duet Maut

- Advertisement -

Tak dinyana, Ronny langsung nyetel bersama skuat Garuda kala itu. Dia bahkan berhasil membentuk duet maut bersama Widodo Cahyono Putro dalam keikutersertaan perdana Indonesia di Piala Asia.

Publik Indonesia jelas tak akan mengaitkan Piala Asia 1996 dengan aksi istimewa Widodo Cahyono Putro yang melakukan gol salto yang indah. Namun, mereka tampaknya sedikit lupa kalau ada sosok Ronny Wabia di balik itu.

Ronny Wabia, Kenangan Manis Piala Asia 1996 dan Melegenda di Tanah Papua
Tabloid BOLA

Saat gol WCP tercipta melawan Kuwait, legenda Persipura inilah yang jadi kreatornya. Dia dengan jeli melepaskan umpan silang dari sisi kiri pertahanan Kuwait setelah menggiring bola melewati beberapa pemain lawan.

Bahkan, menit ke-40 Ronny pun ikut mencatatkan skor dalam laga yang sama. Tak kalah indah, dia pun mencetak gol dengan tendangan voli first time sangat keras dari luar kotak penalti yang memanfaatkan bola muntah tepisan kiper Kuwait.

Meski cuma main imbang 2-2 melawan Kuwait, duet striker Indonesia itu mencuri perhatian. Usai laga, Widodo pun tak segan memuji tandemnya itu. “Ronny bisa menutupi kekurangan saya. Dia bisa cepat turun ke tengah,” kata Widodo dikutip dari Tabloid BOLA Edisi 664.

Sayangnya memang, duet maut itu gagal mempersembahkan kemenangan bagi Indonesia sepanjang laga. Ronny Wabia dan Widodo tetap mengisi lini depan Indonesia saat kalah 2-4 dari Korsel, dan 0-2 dari Arab Saudi. Kedua pemain itu sempat menambah pundi-pundi golnya saat takluk dari Korsel. Meski Indonesia tersingkir, nama Ronny dan Widodo tetap selalu diingat karena sejauh ini hanya mereka berdua yang mampu mencetak dua gol buat Indonesia dalam satu edisi Piala Asia.

Usai Piala Asia, Ronny pun lantas dipanggil lagi ke timnas dalam PraPiala Dunia 1998. Dia sempat mencetak dua gol lagi saat membantai Kamboja delapan gol tak berbalas.

Total, Ronny tercatat memiliki 15 caps bersama skuat Garuda. Dia pun menjadi salah satu pemain dengan sematan one man one club karena cuma membela Persipura Jayapura sepanjang karier sepak bola sejak 1995 hingga pensiun 2003.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img