Saat Oknum Suporter Indonesia Ancam Penulis Inggris dengan Parang

gamespool
Saat Oknum Suporter Indonesia Ancam Penulis Inggris dengan Parang 3

Football5star.com, Indonesia – Penulis sepak bola asal Inggris, James Montague memiliki pengalaman tersendiri saat menyusun buku 1312: Among the Ultras: A Journey with the World’s Most Extreme Fans. Ia mengaku sempat dikejar oleh oknum suporter Indonesia dengan parang.

Kepada media Polandia, Onet, Selasa (5/4/2021), pengalaman mengerikan itu dirasakan oleh Montague saat mengikuti suporter Persija yang sedang awayday. Diceritakan oleh Montague, saat itu bus yang tengah ia tumpangi bersama Jakmania melintas pada malam hari.

Saat Oknum Suporer Indonesia Ancam Seorang Penulis Inggris dengan Parang
ofpitchandpage.com

“Kami berada di dekat kota dan tahu bahwa ada ultras di dekat sana, mungkin mereka bisa menyerang kami. Kami melintas pada malam hari dan tidak berharap ada batu yang terlempar ke bus kami,” cerita Montague seperti dikutip Football5star.com

“Ketika kami berada di kawasan tak aman, Bimo, pemimpin kelompok Jakmania saat itu memintaku untuk tidak pergi kemana-mana. Kemudian sekelompok orang datang mengepung bus kami,”

“Mereka mengepung dari kedua sisi. Awalnya kami mengra mereka punya pentungan. Tapi beberapa saat kemudian ternyata orang-orang gila itu sedang mengayunkan parang. Kami terjebak. Tanpa pikir panjang, kami berlari melintasi jalan raya,”

Penulis kelahiran Chelmsford, Inggris itu kemudian mengaku sangat ketakutan dan sudah membayangkan bahwa ia akan merenggang nyawa.

“Aku segera membayangkan segera mati, bukan karena kecelakaan atau penyakit serius, tapi dibacok dengan parang di pinggir jalan. Saya ingat apa yang saya alami di Indonesia,”

James Montague menyebut bahwa kekerasan antar suporter di Indonesia sangat jauh berbeda dengan negara lain.

“Di banyak negara, jika terjadi perkelahian antar suporter. Jika ada seseorang yang sudah terjatuh ke tanah, ia tidak akan dilukai. Tidak ada juga alat yang digunakan. Namun itu berbeda di Indonesia,”

“Di sana, ketika seseorang pendukung tim lawan jatuh, yang lain menyerangnya dan dapat membunuhnya. Itu mengapa saya berpikir mungkin saya akan mati saat berada di situasi saat itu,”

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More