Sandy Walsh Sudah Rutin Komunikasi dengan Shin Tae-yong

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5star.com Indonesia – Pemain KV Mechelen, Sandy Walsh, mengaku sudah rutin berkomunikasi dengan Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia. Hanya saja, komunikasi itu tidak bersifat langsung, melainkan hanya lewat asistennya.

- Advertisement -

Sandy memang menjadi satu dari empat pemain keturunan yang diusulkan STY (panggilan Shin Tae-yong) untuk masuk timnas Indonesia. Selain Sandy, tiga nama lain adalah Kevin Diks, Mees Hilgers, dan Jordi Amat.

Sandy Walsh KV Mechelen, timnas Indonesia - Instagram @sandywalsh
Instagram @sandywalsh

Keinginan STY itu menjadi jawaban dari penantian Sandy yang memang berharap tampil untuk Indonesia sejak lebih dari 3 tahun lalu. Kini, hubungannya dengan staf pelatih timnas di bawah asuhan STY pun sudah semakin baik.

- Advertisement -

“Aku pernah kontak (dengan Shin Tae-yong) tapi tidak personal. Aku rasa mungkin karena kendala bahasa. Jadi, aku berhubungan dengan asisten yang sangat dekat dengannya. Kami berkomunikasi setiap dua pekan. Tentang update kondisi,” bilang Sandy, dikutip Football5star dari Youtube KR TV.

Shin Tae-yong: Jujur Penguatan Pemain Kurang!
PSSI

Sandy Walsh Senang Diinginkan Shin Tae-yong

Pemain berumur 26 tahun itu juga berharap bisa segera bekerja sama dengan coach STY. Namun, kemungkinan dia belum akan bermain untuk timnas pada Piala AFF 2020 karena masalah administrasi hingga perizinan.

- Advertisement -

“Aku senang mendengar dia menginginkan aku gabung timnas. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku sangat bersemangat dan ingin sekali ada di sana dan bermain untuk tim. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk setiap pertandingan,” ucapnya.

Sandy Walsh - Indra Sjafri - @sandywalsh
Instagram @sandywalsh

Pihak PSSI selaku induk organisasi sepak bola di tanah air pun sudah berjanji akan mempercepat proses peralihan kewarganegaraan. Jika prosesnya benar-benar rampung, tentunya menjadi perwujudan mimpi yang sudah dibangun Sandy Walsh sejak lebih dar 3 tahun lalu.

“Sudah lebih dari 3 tahun, bahkan sebelum pandemi Covid-19, aku datang ke Jakarta, ke kantor PSSI membawa dokumen-dokumen. Sudah cukup lama dan memang butuh waktu, tapi aku tak menyerah dan masih berharap,” sebutnya memungkasi.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img