Sanksi Pelaku Pengaturan Skor Lebih Ringan, Begini Kata Komdis PSSI

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing, bicara soal pelaku pengaturan skor yang dihukum lebih ringan dari sebelumnya. Dia menyebut, kalau kasus ini baru berupa percobaan suap.

- Advertisement -

Seperti diberitakan, kompetisi strata kedua Indonesia itu belakangan disorot. Hal itu setelah adanya pengakuan bos Perserang Serang, Babay Karnawi, yang menyebut pelatih dan lima pemainnya diduga melakukan praktek tersebut.

Perserang - PSSI - @perserang.official 2
instagram.com/perserang.official

Komdis PSSI pun langsung bergerak cepat untuk menyelidiki kasus pengaturan skor itu. Mereka pun sudah memberikan hukuman-hukuman yang berat. Eka Dwi Susanto disanksi 60 bulan, lalu ada pula lima sosok lainnya yang dihukum. Hukumannya pun beragam, dari mulai 48 bulan, 36 bulan, hingga 2 tahun.

- Advertisement -

Akan tetapi, hukuman-hukuman tersebut tergolong lebih ringan dengan sanksi kasus serupa di masa lalu. Pada saat kasus sepak bola gajah merebak, 2014, para pelaku sampai dihukum seumur hidup.

Geger! Pelatih dan 5 Pemain Perserang Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Instagram Perserang

“Kita harus lihat suap atau percobaan. Ini memang baru upaya. Kasusnya ini baru percobaan, percobaan suap,” ungkap Erwin Tobing kepada awak media via virtual.

Kasus Perserang Baru Percobaan Pengaturan Skor

Komdis PSSI Sebut Sumardji Tak Meludahi Robert Alberts
- Advertisement -

Erwin melanjutkan, kalau sampai nantinya ada bukti transaksi keuangan, baru para pelaku bisa disanksi berat. Namun, dalam kasus Perserang ini baru percobaan pengaturan skor saja.

“Tapi kalau ada transaksi, pasti kami putuskan seumur hidup. Jadi tak ada transaksi, ada alasan yang tak cukup. Pemain, tak jelas siapa yang menghubungi. Kalau ternyata memang betul terima, pasti dihukum seumur hidup,” tutup dia.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img