Scudetto Inter Milan Juga Andil Besar Lele Oriali

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Tidak ada salahnya kita melupakan sejenak pengaruh Antonio Conte atas keberhasilan Inter Milan merengkuh scudetto musim ini. Karena ada satu sosok penting lain di balik kesuksesan ini. Dia lah Gabriele Oriali.

- Advertisement -

Gabriele Oriali adalah orang kepercayaan Antonio Conte. Dia sudah ikut dengan sang pelatih sejak 2014 lalu di timnas Italia. Posisinya sekarang pun sama seperti dulu, manajer tim.

Jika boleh jujur, Interisti mungkin lebih cinta Lele Oriali. Karena dia bukan orang baru seperti Antonio Conte.

lele oriali pinterest
pinterest

Dia adalah legenda Inter Milan. Semasa bermain dia menghabsikan waktu selama 13 tahun berbaju biru-hitam. Dan di akademi I Nerazzurri pula pria kelahiran Como menimba ilmu.

Sebagai Interista sejati, dia simbol kesetiaan. Memang, dia tidak mengakhiri karier sebagai pemain di Appiano Gentile. Namun, dia selalu kembali saat dibutuhkan.

Tercatat, tiga kali dia pulang ke klub yang telah membesarkan namanya. Tiga jabatan berbeda pula yang sudah dia emban. Yakni sebagai Direktur Sepak Bola, Asisten Pelatih, dan Manajer Tim.

Sebagai orang yang tahu arti kebesaran Inter Milan, kecintaan Lele Oriali selalu dibutuhkan. Jose Mourinho sampai memintanya turun ke ke bench untuk menemaninya 2008 silam.

Saat itu Oriali sudah menjabat sebagai Direktur Sepak Bola Inter. Tapi Mourinho ingin dia membantunya sebagai asisten pelatih.

Alasan Mourinho ketika itu cukup sederhana. Sebagai orang asing, dia butuh sosok yang tahu betul luar dalam Inter Milan.

“Keberadaannya sangat penting. Saya butuh orang yang tahu latar belakang klub dan saya ingin dia berada di sisi saya. Saya belajar banyak dari dia soal klub ini dan itu sangat membantu,” kata The Special One kepada Corriere dello Sport 2008 silam.

Hasilnya pun luar biasa. Musim pertama mereka menjuarai Serie dan Coppa Italia. Musim kedua lebih fantastis. Tiga trofi bergengsi berhasil diboyong sekaligus.

Setelah keberhasilan menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions, Oriali pun pergi. Ia menerima pinangan timnas Italia yang baru menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih.

lele oriali-Inter_en
@Inter_en

Dan sejak kepergiannya itu pula La Beneamata memasuki era kelam. Puasa gelar berkepanjangan dan mati-matian hanya untuk mengejar tiket Eropa.

Inilah yang kemudian disadari Inter Milan. Mereka butuh penjamin kesuksesan dalam tim. Dan orang itu tak lain dan tak bukan ialah Lele Oriali.

Bersama Conte, pria 68 tahun pun kembali ke pangkuan Inter musim lalu. Lagi-lagi pengaruh magisnya membuahkan hasil.

Musim pertama Romelu Lukaku nyaman di posisi kedua dengan tertinggal satu angka saja dari Juventus. Mereka juga melenggang ke final Liga Europa.

Memasuki musim kedua, capaian yang mungkin tidak disangka banyak Interisti berhasil digapai. Scudetto ke-19 atau yang pertama kali sejak 11 tahun terakhir.

Maka tak heran jika Antonio Conte mengakui andil besar Gabriele Oriali. “Saya ingin berterima kasih kepada Lele. Dia sangat penting bagi saya dan punya pengaruh besar dalam dua tahun terakhir,” tegas sang nakhoda kepada Inter TV, Senin (3/5/2021).

Dari sisi kepemimpinan, ketenangan dan sikap elegannya selalu menjadi penyempurna bagi Antonio Conte, Jose Mourinho, dan Roberto Mancini yang kerap menggebu-gebu di pinggir lapangan.

Saat ketiga pelatih itu tersulut emosi, pria 68 tahun selalu menjadi penengah dan obat penenang bagi fan yang melihatnya. Tapi ketika mereka berselebrasi juara, dengan senang hati dia larut dalam pesta.

Lihat saja di Camp Nou 2010 silam. Saat aksi mengelilingi lapangan Jose Mourinho membuat kubu Barcelona naik pitam, dengan gagah dia menahan amukan Victor Valdes. Lalu terbuai dengan selebrasi emosional The Special One.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img