Sediakan Cuplikan Sepak Bola Via Medsos, Berurusan dengan Hukum

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Lagi-lagi, karena menyediakan cuplikan sepak bola via media sosial dengan cara ilegal, salah satu pemilik akun harus berurusan dengan hukum. Hal itu setelah kepolisian mengamankan pemilik akun Instagram dan Telegram @bolapublik, pria berinisial MR.

MR diseret ke Pengadilan, karena telah menayangkan cuplikan atas tayangan MOLA Content & Channels secara illegal. Akibat perbuatannya tersebut, MR telah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Semarang pada 20 Desember lalu.

Pemilik Akun Jadwal Bola Disidang karena Fasilitasi Streaming dan Cuplikan Ilegal Sediakan Cuplikan Sepak Bola Via Medsos, Berurusan dengan Hukum
- Advertisement -

Bahkan, MR dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 (tiga) bulan kurungan oleh Majelis Hakim karena menyediakan cuplikan sepak bola via medsos dengan cara terlarang.

Tak Cuma Soal Cuplikan Sepak Bola

Tak hanya MR, ibu-ibu paruh baya berinisial DS juga diseret ke pengadilan. Namun, DS harus berurusan dengan hukum bukan karena menyediakan cuplikan sepak bola ilegal.

- Advertisement -

DS berurusan hukum karena menjual kode akses berlangganan untuk perangkat parabola dan set-top receiver, atau yang lazim dikenal masyarakat dengan sebutan tiket fly. Cara itu dapat menayangkan tayangan MOLA Content & Channels secara ilegal.

Sediakan Streaming Sepak Bola Ilegal, 10 Penjual STB Ilegal Diamankan

Dia menggunakan akun media sosial Facebook atas nama Gilang Anugrah, Arif Pribadi, dan Rahmat. Adapun tiket fly adalah metode penerimaan siaran illegal melalui parabola dan set-top receiver dengan pembukaan enkripsi melalui dongle internet.

- Advertisement -

Akibat perbuatannya itu, berkas perkara pidana DS dinyatakan telah lengkap memenuhi persyaratan untuk disidangkan dan yang bersangkutan akan segera menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Muara Bungo, Jambi.

Gara-Gara Siarkan Streaming Bola Ilegal, Pengelola TV Kabel Dibui
Ilustrasi: AFP

Tim Kuasa Hukum MOLA, Uba Rialin, mengatakan upaya hukum ini terpaksa ditempuh. Hal itu karena sebelumnya mereka telah punya itikad baik dengan mengumumkan hak tayangan MOLA Content & Channels secara masif di beberapa kota besar. Peringatan tertulis pun pernah mereka layangkan, tapi tidak diindahkan.

“Langkah ini sebagai bukti kalau kita harus berjuang dengan tindakan nyata khususnya terkait kasus pelanggaran Hak Cipta atas tayangan yang dimiliki secara sah ini,” kata Uba Rialin.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img