Beranda Berita Sepak Bola Bisa Akhiri Nyawa, 4 dari 10 Pemain Alami Depresi

Sepak Bola Bisa Akhiri Nyawa, 4 dari 10 Pemain Alami Depresi

Sepak Bola Bisa Akhiri Nyawa, 4 dari 10 Pemain Alami Depresi

Football5star.com, Indonesia – Kasus bunuh diri pesepak bola Uruguay meningkat cukup tajam di tahun ini. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir terjadi dua pesepak bola yang bunuh diri akibat menderita depresi.

Pada Februari lalu, striker yang pernah merumput bersama Nacional, Santiago García juga mengakhiri nyawanya dengan bunuh diri. Lalu ada bulan ini, dua pesepak bola mengakhiri nyawanya dengan cara yang sama yakni Emiliano Cabrera dan mantan bek West Brom, Williams Martínez.

Mediotiempo

Kasus pesepak bola yang bunuh diri akibat depresi ini pun menyita perhatian banyak pihak. Menurut data FIFPro seperti dikutip Football5star.com dari Elespectador, Selasa (27/7/2021), empat dari sepuluh pesepak bola menderita depresi atau masalah psikologis.

Faktor dehumanisasi di industri sepak bola dituding menjadi penyebabnya menurut Sergio Diaz, psikolog sepak bola asal Uruguay.

“Itu semua hubungannya dengan dehumanisasi industri olahraga. Banyak itu terjadi disebabkan karena ketidakmampuan seorang pemain mengelola rasa frustasi dan kegagalan atau saat mengalami finansial,” kata Diaz.

Sementara itu laporan survei FIFPro pada 2020 menunjukkan bahwa 22 persen pesepak bola wanita mengalami diagnosis depresi dan 13 persen dialami pemain laki-laki.

Angka ini melonjak drastis semenjak pandemi Covid-19. Masih menurut survei FIFPro, ada 18 persen pesepak bola wanita dan 16 persen pemain pria mengalami kecemasan serta ketegangan.

“Dalam sepak bola, tiba-tiba atlet pria dan wanita harus menghadapi masa isolasi sosial, penangguhan kehidupan kerja dan keraguan soal masa depan mereka,” kata kepala petugas medis FIFPro, Vincent Gouttebarge.

Survei FIFPro dilakukan di pusat medis Universitas Amsterdam dengan 1.134 pemain laki-laki dengan usia rata-rata 26 tahun dan 468 pesepak bola wanita dengan usia rata-rata 23 tahun dari 16 negara.

Depresi dalam diam karena malu atau tabu untuk mengungkapkan masalah pribadi menjadi faktor pesepak bola memutuskan untuk bunuh diri. Hal ini yang dialami oleh Robert Enke dan banyak pemain lain.